Mendung

Sumber: kompas.com

Aku adalah mendung
Banyak dikeluhkan orang
Musuh bagi hari-hari
Apalagi pagi
Hadirku tak diharapkan
Kecuali yang bermalas-malasan
Pesakitan, mengutuk kehidupan
Ya, hadirku tak dirindukan
Oleh kebanyakan

Aku adalah mendung
Musuh utama mentari
Mentari pagi, siang, sore
Karena itu aku dikutuk alam
Dianggap pembuat semu kehidupan
Aku sering sendirian
Sesekali ditemani angin
Atau awan gelap yang murung

Aku adalah mendung
Maksudku tak itu
Aku pun tak ada niat
Mengambil peran cahaya
Tak pernah tersirat memberi sedih
Pada alam, juga semesta
Aku hanya gulungan sendu
Mengajak hari untuk istirahat
Mengajak manusia memupuk kebersamaan
Bersama keluarga dan orang tercinta

Begitupun padamu
Tak ada niat mengambil gembira
Kali ini, aku lebih semangat menitip do'a
Pada angin, dan dinginnya hari
Biarkan pesan-pesanku menembus jendelamu
Menari dilesung pipimu
Mengikat masa-masa kemarin
Yang terlalu mahal untuk dilupa
Terlalu rumit untuk disimpulkan
Aku adalah mendung
Kerinduan.


@korbanpemerintah

Hari ke-Enam Belas, 09 Mei 2020

Comments

Popular posts from this blog

Untuk Hafish Adli Irsyad

Bingkisan Kecil untuk Kartini

Tak Mudah Menjadi Dewasa

PUISI UNTUK IBU INDONESIA

Ucapan Selamat dari IMMawan

Ibu Kita, Tak Lagi Ibukota

Apa itu Titik Ba?

Atau Apa?

Definisi Cinta

Seberapa Siap Kita Berbeda?