Batu


Aku adalah batu
Aku tercipta dari pertemuan sunyi
Antara panas dan dingin
Perjanjian api dan angin
Ya, aku terlahir dari perjumpaan
Ketakutan dan harapan
Amarah dan kasih sayang
Aku adalah batu

Aku dibesarkan dari kegelapan
Ruang sunyi tanah
Aku berteman dengan basah,
Cacing, juga akar-kar kehidupan
Aku tak lahir untuk dipopulerkan
Aku dipaksa pemalu
Ragu-ragu

Karakterku keras
Dingin, tak banyak bicara
Tak pernah aku teriak
Aku lebih suka menyendiri
Berteman dengan sepi
Merangkul bunyi-bunyi sumbang
Mengambang dalam kegundahan
Sendirian

Dalam urusan kematian
Aku lebih memilih hancur
Dari pada lunak dengan menyerah
Tak apa,
Aku dihabisi gigihnya air
Dibujuk rayu angin
Disentak panasnya hari
Dibentak dinginnya malam
Sampai akhirnya aku lebur
Kabur dari sisi bebalku
Ya, kupastikan matiku untuk manfaat
Menjadi tanah yang lemah
Mudah basah,
Tapi kehidupan kujanjikan ada disana
Hingga ku tinggalkan fana dunia
Dengan senyum makna
Semoga.

@korbanpemerintah

Hari Ke-Empat Belas, 07 Mei 2020

Comments

Popular posts from this blog

Untuk Hafish Adli Irsyad

Bingkisan Kecil untuk Kartini

Tak Mudah Menjadi Dewasa

PUISI UNTUK IBU INDONESIA

Ucapan Selamat dari IMMawan

Ibu Kita, Tak Lagi Ibukota

Apa itu Titik Ba?

Atau Apa?

Definisi Cinta

Seberapa Siap Kita Berbeda?