Angin

Sumber: Kompasiana.com

Aku adalah angin
Aku ada namun tiada
Aku tiada namun ada
Tiada dalam aksara
Ada dalam rasa
Jangan lihat aku dengan matamu
Rasakan saja hadirku
Aku pasti ada

Aku berusaha memberi sejuk
Aku berusaha melunakan api
Mengamuk besar atau mati ikhlas
Aku berusaha membujuk air
Mengalir seiring takdir
Aku bisa sangat ramah
Aku juga bisa marah-marah

Aku sering bermain bersama awan
Menari-nari di pinggiran langit
Aku juga suka menyapa daun
Mencubit perlahan garis senyumnya
Pun dengamu yang terjebak dalam amarah
Aku berusaha hadir sejukkan
Menghibur dikala gundah

Hadirku tak perlu orang tahu
Tapi manfaatnya harus dirasa semua
Itulah cara hidupku
Biar yang lain yang terkenal
Biar yang lain yang tampil
Biar yang lain yang dipuja-puja
Aku cukup melakukan tugasku dengan baik
Dengan ikhlas
Dengan semampu ku bisa
Demi kebermanfaatan
Demi langgengnya kebahagiaan
Ya itu sudah cukup.


@korbanpemerintah

Hari Ke-Tujuh Belas, 10 Mei 2020

Comments

Popular posts from this blog

Untuk Hafish Adli Irsyad

Bingkisan Kecil untuk Kartini

Tak Mudah Menjadi Dewasa

PUISI UNTUK IBU INDONESIA

Ucapan Selamat dari IMMawan

Ibu Kita, Tak Lagi Ibukota

Apa itu Titik Ba?

Atau Apa?

Definisi Cinta

Seberapa Siap Kita Berbeda?