Posts

Showing posts from April, 2020

Apakah Sah Islamku?

Image
Sumber Gambar: Muslim Obsession ....... Ustadz, apakah Sah syahadatku? Jika aku jarang mengingat-Nya Bukan aku tak mau, Karena lapar, ingatanku hanya seputar perut Nanti bisa makan atau tidak? Itu tergerak cepat terucap dalam lisan Masih berapa lama bertahan? Itu yang menjadi kesaksian harian Ustadz, apakah Sah Islamku? Kyai, apakah Sah shalatku? Jika aku tak sholat berjamaah, Di rumah maupun di mesjid Bukan aku tak mau, Memang aku tak punya rumah Dan tak boleh ke mesjid Karena pakaianku kotor, itupun cuma satu Tak ada yang menerimaku, Masuk mesjid, apalagi berjamaah Kyai, apakah Sah Islamku? Syekh, apakah Sah zakatku? Selama hidupku Aku tak pernah memberi sedekah, Tak pernah infaq, apalagi  zakat Bukan maksudku pelit Tapi tak ada harta yang ku punya Tak ada uang sepeser pun yang ku miliki Aku bisa makan dan minum Hanya karena dikasihani Syekh, apakah Sah Islamku? Habib, apakah Sah puasaku? Jika aku tak sahur Jika aku tak berbuka Bukan aku ...

Mudah - Mudahan

Image
Sumber gambar: Dunia Kucing Di hari keenam Berharap, Puasaku harus naik kelas Merangkak membaik keatas Mudah - mudahan Ketenangan mulai tiba Bendungan nafsu mulai terjaga Terjaga dari bahaya lisan Curangnya janji Busuknya hati Malasnya raga Sesatnya pikir Puasa diharap menjadi penolong Penolong dari mudhorot Penolong dari dosa-dosa Dosa-dosa karena bohong Karena jahatnya jari jemari Yang tak sadar menyakiti Melukai setiap hati Mudah mudahan Kita kembali Kembali pada jalan yang benar Juga suci Agar selamat jiwa juga diri Kini dan nanti Mudah - mudahan @ korbanpemerintah Hari Keenam, 29 April 2020

Puasa Puisi

Image
Puasa puisi Puisi saat puasa Puasa dengan puisi Isinya penuh ibadah Bibirnya berdzikir, basah Hatinya syahdu iman Prilakunya indah cerminan Majas-majas ketaqwaan Menjadi hiasan Perumpamaan kebaikan Menjadi makanan Diksi-diksi suci Senantiasa iringi Hari-hari kerinduan Pelukan dalam keharibaan Sedekah senyuman Berbagi kebahagiaan Saling mengingatkan Saling memuliakan Agar bahagia hidup Berkah raga dunia Akhirat menunggu, rindu Hadir kita, beradu temu Menyatu. @ korbanpemerintah Hari Kelima, 28 April 2020

Apa kabar Puasa?

Image
Sumber gambar: Republika.com Hari keempat Apa kabar, Kabar puasaku? Kabar puasamu? Kabar puasa kita semua Jangan-jangan, Subuhnya masih sama Dzuhurnya masih sama Asharnya masih sama Magribnya masih sama Isyanya masih sama Pun terawih dan witirnya Tak ada yang berbeda Bagaimana dengan dzikir, Infaq, sodaqoh, Juga tadarus? Masih sama. Tak ada yang berbeda Jangan-jangan. Jangan berputus asa Mari kita tingkatkan kualitas puasa Kita dengan suka cita, Demi menuju ridho-Nya @ korbanpemerintah Hari Keempat, 27 April 2020

Kalau Aku Puasa

Image
Sumber gambar: Kumparan.com ....…... Kalau aku Dalam berpuasa Yang paling dirindu  Adalah reuni bersama sahabat lama Beradu temu, menumpuk wacana Kalau aku Dalam berpuasa Yang paling dinanti Adalah ngabuburit  Membuang waktu, menggulung hari Kalau aku Yang paling diharap Dalam berpuasa Adalah bercumbu bantal Diatas kasur menggumpal Tak beranjak, Dari pagi sampai ashar Kalau aku Yang paling di damba Dalam berpuasa Adalah menanti saat berbuka Balas dendam atas lelah  Jua segala haus dan lapar dahaga Yang dari pagi ku rasa Puasaku masih minim makna Penuh semangat fana Menikmati yang tidak berarti Bagaimana dengan puasa mu? Apakah seperti aku? Atau lebih dari aku? Lebih baik, Semoga. @ korbanpemerintah Hari Ketiga, 26 April 2020

Puasaku Masih Sama

Image
Sumber Gambar: Medium.com Di hari kedua berpuasa Kualitas imanku masih sama Kadar ibadah ku tak berbeda Masih hambar Gersang, tak bernyawa Di hari kedua berpuasa Taddarus ku belum berjarak Maknanya pun tak beranjak Apalagi menembus makna-makna Mengepul hikmah-hikmah hidup Tak kudapat Tak ada Di hari kedua berpuasa Sodaqoh ku masih sedikit Masih sempit Ikhlasku sangat irit Cendrung pelit Di hari kedua berpuasa Dzikir ku libur Niatnya kebanyakan tidur Semangatnya pun kabur kosakata kebaikan ku kendur Melebur, mabur Di hari kedua berpuasa Rasanya masih sama Aku belum meraih rasa Nikmatnya berpuasa Puasaku masih ritual Sekedar menahan haus dan lapar Hingga tiba waktunya batal Seperti tak ada nilai Nampaknya pemaknaan ku gagal Di hari kedua berpuasa Semoga masih terselip asa Hingga waktunya tiba Menjemput Rahmat - Nya @ korbanpemerintah Hari Kedua, 25 April 2020

Puasa adalah Mengosongkan

Image
Sumber Gambar: Merdeka.com Siapa yang bisa membendung Kebuasan mata lelaki Siapa yang bisa menahan Perempuan bersolek dandan Siapa yang bisa menahan Hati mengundang iri dengki Siapa yang bisa menekan Berdustanya lisan Tak ada, Tak mungkin ada Kecuali iman Puasa adalah kosong Mengosongkan Hasrat ketamakan Puasa adalah kubur Mengubur Nafsu kebinatangan Puasa adalah jarak Memberi jarak Untuk segala Angkara murka Puasa adalah sanggup Kesanggupan Meniadakan kemauan setan Bersuci menyucikan Segala penyakit hati Membersihkan kotor Segala kotoran jiwa Dengan iman Dengan cinta Dengan taqwa Sepenuh upaya Untuk menuju ridho-Nya @ korbanpemerintah Hari Pertama, 24 April 2020

Berdamai dengan Keadaan

Image
Sumber: niu.edu Pengangguran bertambah 5.2 juta orang Jutaan orang di PHK Keluarga mengurung diri Anak istri membatasi konsumsi Mengurangi uang jajan Pelan pekan semua kelaparan Lalu apa yang harus dilakukan? Diam dan menunggu bantuan? Atau pasrah dengan takdir Tuhan Akhirnya kita dipaksa berubah Mau tidak mau kita tak boleh menyerah Kuat dan saling menguatkan Bantu dan saling membantu Pemerintah, juga masyarakat semua Mari bersama-sama satu padu Bergotong royong Melewati dan mengatasi ini Badai pasti berlalu Perahu akan tiba saatnya menepi Kita berhak menikmati senja hari Bersama orang yang terkasihi @ korbanpemerintah Di Rumah Aja, 16 April 2020

Kita dan Waktu

Image
Sumber: Pura-Pura ........ Kepada Si Bengis waktu Yang mengukir dan mengubur kenangan Semaunya, Dengan mudah tanpa susah Memberikan jarak keterlaluan Seenaknya, Waktu itu dalam perundingan masa Menilik tujuan perjalanan kawan-kawan Perlahan, menuju puncak harapan Menepi disana, menuntaskan lelah Menebus tumpukan harap bersamaan Lalu turun kembali ke peraduan Ada yang menemukan tawa dalam setiap laju Ada yang menghadirkan tangis, saat emosi meringis Ah cerita lama, selalu tertebak alurnya Kepada Si Tega waktu Dengan seenaknya pertemukan lalu pisahkan Manusia hanyalah korban keangkuhan waktu Mengepul harap, menumbuk angan Memperjumpai lara dengan perpisahan Kemudian kita sama-sama merawat rindu Dengan penuh cemas berlebihan Seringnya terlupa dan sengaja melupakan Kini kita si pemilik kata "Pada waktu itu" Yang memiliki sedikit bijaksana Banyak ceroboh, pendirian roboh Kita, yang ahli dalam cengeng Sedikit luka, kecewa, lalu menangis Membu...

Doa' Angin

Image
Sumber: steemit.com .... Selamat pagi damai Ditengah gemuruh luap hati Dipinggiran nyaring suara alam Doaku balapan dengan laju embun Harapmu berbenturan dengan cahaya bulan Aku yang dari kemarin kepayahan Menguat perlahan memungut butiran Harapan, Aku yang mencoba berteman baik dengan lusa Menjaga harmoni agar terjauh dari putus beriring Asa. Atas segala kelemahan Atas segala ketakberdayaan Pada langit aku mengiba Semoga. @ korbanpemerintah Legokkotok, 11 April 2020

Kita dan Topeng Masing-Masing

Image
Topeng Senyum KITA DAN TOPENG Oleh:  Ahmad Ruslan Hidupku dalam sandiwara Pun hidupmu juga mereka Bertindak malaikat padahal berhati iblis Menjadi berani padahal pengecut Menjadi sangat sopan padahal bajingan Menjadi sangat lembut padahal kasar Terlihat ramah padahal marah-marah Sangat agamis padahal berakhlak amis Seperti mengajak padahal mengejek Seolah ikhlas padahal berat jiwa Seolah sabar padahal hati hambar Seolah bersyukur padahal kuffur Ya kita sedang bersandiwara Di depan mereka orang-orang Bahkan dihadapan Tuhan Kita berpura-pura Pura-pura menyesal, lalu meminta Maaf, menuntut doa’ Dikabulkan, lalu durhaka Lagi, terus berulang-ulang Aku sangat akrab dengan sandiwara Sandiwara adalah aku Aku adalah sandiwara Menipu banyak orang Menyakiti mereka dengan dengki hati Mengutuk rasa penghormatan Mencerai berai persahabatan Memutuskan ikatan kekeluargaan Ya, jika mereka tahu Jika suara hati dapat terdengar Untunglah, aku pandai bersandiwar...

Seimbang

Image
... Kudapati, akhir-akhir ini Tuhan Lebih sering memandikan bumi Apa iya, karena bumi terlalu lama kotor dan bau Seperti kotornya aku, kamu, dan kita Juga mereka si penghuni Atau mungkin, bumi sedang lanjut usia Menua, mendekati tutup usia Banyak pertanda yang Tuhan bisikkan Melalui para malaikat usil Membuat erangan cengeng alam Banjir, gempa, gunung meletus, longsor Kebakaran hutan, tsunami, juga Pandemi Bumi menjadi pesakitan Kita yang pura-pura tidak tahu Meng-iyakan dengan tidak mau tahu Kita butuh Tuhan Tapi cinta-Nya kita acuhkan Kita yang perlu Tuhan Tapi kewajiban sering ditinggalkan Ada dari kita Yang rajin beribadah, tapi lupa tetangga yang susah Ada dari kita Yang tak pernah telat sholat, tapi enggan membayar zakat Ada dari kita Yang berjibaku untuk kemanusiaan Tapi lupa cara menghamba Ada pula dari kita Yang senang berbuat baik terhadap sesama Tapi tak pernah jadikan Tuhan sebagai pusat doa Ya aku juga bagian dari kita Tak ada maksud l...