Posts

Showing posts from March, 2020

Bunga Lamunan

Image
Sumber: Greeners.co Enak saja. Bukan tanpa alasan aku memilih mu, menjadikan bunga dipinggir telaga rasa. Kucoba bermula pada awalnya. Tak terbesit sedikitpun aku pada perjumpaan itu. Aku yang selalu sengaja kaku dan berlagak sok angkuh. Perhatian ku selingkuh terbagi-bagi. Menugas dan terperangkap padamu. Kamu si bunga kecil yang tak berbau, sialan warna senyummu membuatku mabuk. Terkantuk-kantuk tak pernah bangun dalam ingatan, atau sekedar pamit menjeda diri. Tak ada niat berlebihan waktu itu yang terlontarkan. Hanya saja ada semacam petunjuk, membisik hati juga pikiran. Aku harus me-reka ulang, keaslian senyuman. Apakah ada semacam sihir dalam barisan gigimu yang tak terlalu rapi itu. Apakah ada semacam ramuan yang tercecer diantara katup bibirmu yang menggenang ingatan. Apakah ada mantra-mantra pada lengkuk pipimu yang menawan perasaan. Ahh kamu, nanti lagi laguku lanjutkan. Sekarang aku ingin mencari kesibukan, supaya tak terjebak semerbakmu dalam lamunan. Alasan, 26 ...

Dalam Cerita Ini

Image
Terkhusus urusan hujan dalam peraduan Aku hanya tetesan gerimis yang sendirian, Tak terpandang, Dibalik jendela yang sedikit basah, Resah, dan mudah hilang Dalam cerita yang lain, Aku bisa jadi Hero apapun, kapanpun Seenak jidat, hebat Tapi dalam hal ini aku hanya pecundang, Yang lemah dan malang   Dal am Cerita Ini, 26 Maret 2020

Cerita Daun dan Angin

Image
 "....daun, sebenarnya banyak do'a yang ingin angin panjatkan, yang pasti mudah-mudahan terijabah oleh Sang Pemilik Alam, termasuk semua do'a batang, dahan, cabang, ranting, juga bunga-bunga disekelilingmu dan lantunan merdu jauh darimu yang turut mendo'akan. Untuk kita, semoga apapun itu nantinya, merupakan jalan yang terbaik, terkhusus untukmu. Kamu yang terjatuh, atau aku yang tak sejuk lagi nantinya. Atau  seperti mimpi kita, bersama memberi warna dan kesejukan pada alam." Barokalloh Selamat bertambah usia, tetap lucu, lugu, dan bijaksana. ☺🤗 Cerita Angin, 24 Maret 2020

Lalu Tiada

LALU TIADA Oleh: Ahmad Ruslan Seperti sirkulasi kehidupan Benih, yang berakar Hidup tumbuh, berbatang Bercabang, berdaun Berbunga, berbuah Berguguran, lapuk Tua, binasa Lalu tiada Yang bermula akan sirna Yang berawal akan berakhir Tumbuhan, hewan, manusia Bahkan alam semesta Seperti kita yang bermula Dari alam rahim, menuju alam lahir Menjadi bayi, anak-anak, kemudian remaja Lalu dewasa, menghampiri tua Kemudian bertemu akhir masa Musnah, sirna Lalu tiada Sewaktu muda gagah,  Dengan pakaian megah Kulit kencang, indah dipandang Senyum manis, berlapis-lapis Namun, ketika tua tiba Badan meronta renta Kulit menjadi keriput, surut Gigi satu persatu pamit, permisi Hilang masa muda, terkikis usia Lalu tiada Namun, Hidup tak hanya sekali Masih ada hidup setelah hidup Hidup yang sekarang hidup yang ada akhir Setelahnya, Ada hidup yang abadi, tanpa henti Tanpa mati, Maka, dalam hidup yang pertama Berbuat baiklah Kapanpun, dimanapun Dan kepad...

Doa untuk Ayah

Image
   AYAH Dia adalah mentari, Ditengah redupnya hari, Dia adalah rembulan, Ditengah pekatnya kegelapan, Dia tak ada duanya, Juga tak ada lainnya di dunia, Kini dia ada disana, Ditempat yang hanya mampu tersentuh doa Tapi dia belum tiada, Tetap dan menetap dalam dada, Ayah, Dalam mimpi nanti, Ku ingin kita bersua, Bercanda, dan berbagi cerita, Ayah, Bisakah kau lihat anakmu ini? Kini aku mulai belajar mandiri Mengarungi hidup dan harap sendiri Seperti yang kau ajarkan dulu, Aku mesti kuat dan hebat Walaupun kadang semangat ini berkarat, Tapi pesanmu, akan selalu kuingat Dariku, salam rindu untukmu Ayah. Ar. Untuk Sahabat, 19 Maret 2020

Ketika

Image
Sumber gambar:  Sepertinya di luar lebih damai KETIKA Oleh: Ahmad Ruslan Aku membayangkan, Sesuatu yang tak diiginkan Ketika dunia sudah tak aman Ketika kita asing dengan berteman Bertemu, bersua, dan bersalaman Berbagi cerita menjadi asing Kita hidup masing-masing Kita terjebak dalam ketakutan-ketakutan Buatan, Ketika sang Surya Berbicara sendirian Semua orang tak lagi merindukan Hadirnya kemayu rembulan Manusia memilih sendirian Berlomba-lomba membunuh keramaian Berisik menjadi musuh Sepi sunyi rajin mengasuh Ah kita membunuh ramai Diam-diam kita pun ditikam damai Usai, Ditengah kemungkinan yang mungkin Diantara tuduh yang tertadah Kita tak lagi menjadi manusia Kita sendiri, menyepi dan saling mencurigai Jauh dari tatap Kecurigaan menetap Diantara kita punah cinta Duniaku tiada Makna. @ korbanpemerintah Ruang Renungan, 18 Maret 2020

Doa dan Corona

Image
Fenomena Corona virus, iman kita tak kunjung serius? Serius meyakini bahwa tidak ada yang tidak mungkin bagi Allah. Allah pemilik segala Maha dan menjawab segala ketidakmungkinan, kita pun wajib yakin tanpa tapi. Dalam setiap kejadian Allah selalu menyisipkan dua pesan, pertama kebahagiaan, kedua ujian, yang keduanya tersirat hikmah kehidupan. Kebahagiaan direspon tidak ada yang lain kecuali syukur, sedangkan ujian kita sikapi dengan sabar dan hati yang besar. Yang tidak terkena virus tidak usah berlebihan dengan kesombongan, yang terkena pun mesti menyiapkan diri dan hati dengan sabar. Dunia memang dan hanya sesaat, tak baik jika kita habiskan waktu dengan bersedih yang berkepanjangan, apalagi kepanikan yang berlebihan. Ingat, karena kita berasal dari, tentu kita pun  pasti akan kembali. Semua pasti ada hikmahnya, baik untukku, untukmu, untuk mereka, juga untuk kita semuanya sesama warga bumi. Jika akal, fisik, dan segala upaya sudah dilakukan namun tak reda juga ujian, mari...