Ketika



Sumber gambar: Sepertinya di luar lebih damai

KETIKA
Oleh: Ahmad Ruslan

Aku membayangkan,
Sesuatu yang tak diiginkan
Ketika dunia sudah tak aman
Ketika kita asing dengan berteman
Bertemu, bersua, dan bersalaman
Berbagi cerita menjadi asing
Kita hidup masing-masing
Kita terjebak dalam ketakutan-ketakutan
Buatan,

Ketika sang Surya
Berbicara sendirian
Semua orang tak lagi merindukan
Hadirnya kemayu rembulan
Manusia memilih sendirian
Berlomba-lomba membunuh keramaian
Berisik menjadi musuh
Sepi sunyi rajin mengasuh
Ah kita membunuh ramai
Diam-diam kita pun ditikam damai
Usai,

Ditengah kemungkinan yang mungkin
Diantara tuduh yang tertadah
Kita tak lagi menjadi manusia
Kita sendiri, menyepi dan saling mencurigai
Jauh dari tatap
Kecurigaan menetap
Diantara kita punah cinta
Duniaku tiada
Makna.



@korbanpemerintah
Ruang Renungan, 18 Maret 2020

Comments

Post a Comment

Popular posts from this blog

Untuk Hafish Adli Irsyad

Bingkisan Kecil untuk Kartini

Tak Mudah Menjadi Dewasa

PUISI UNTUK IBU INDONESIA

Ucapan Selamat dari IMMawan

Ibu Kita, Tak Lagi Ibukota

Apa itu Titik Ba?

Atau Apa?

Definisi Cinta

Seberapa Siap Kita Berbeda?