Lalu Tiada


LALU TIADA
Oleh: Ahmad Ruslan

Seperti sirkulasi kehidupan
Benih, yang berakar
Hidup tumbuh, berbatang
Bercabang, berdaun
Berbunga, berbuah
Berguguran, lapuk
Tua, binasa
Lalu tiada

Yang bermula akan sirna
Yang berawal akan berakhir
Tumbuhan, hewan, manusia
Bahkan alam semesta
Seperti kita yang bermula
Dari alam rahim, menuju alam lahir
Menjadi bayi, anak-anak, kemudian remaja
Lalu dewasa, menghampiri tua
Kemudian bertemu akhir masa
Musnah, sirna
Lalu tiada

Sewaktu muda gagah,
 Dengan pakaian megah
Kulit kencang, indah dipandang
Senyum manis, berlapis-lapis
Namun, ketika tua tiba
Badan meronta renta
Kulit menjadi keriput, surut
Gigi satu persatu pamit, permisi
Hilang masa muda, terkikis usia
Lalu tiada

Namun,
Hidup tak hanya sekali
Masih ada hidup setelah hidup
Hidup yang sekarang hidup yang ada akhir
Setelahnya,
Ada hidup yang abadi, tanpa henti
Tanpa mati,
Maka, dalam hidup yang pertama
Berbuat baiklah
Kapanpun, dimanapun
Dan kepada siapapun

Jangan tunggu besok
Karena maut tak ada yang tahu
Kapan menjemput,
Syarat mati tak mesti tua
Syarat tiada tak mesti sakit
Karena kita dan semua yang ada
Berasal dari yang tiada
Semua titipan Tuhan
Maka semua kepada-Nya,
Dikembalikan



@korbanpemerintah
Ruang Renungan, 22 Maret 2020

Comments

Popular posts from this blog

Untuk Hafish Adli Irsyad

Bingkisan Kecil untuk Kartini

Tak Mudah Menjadi Dewasa

PUISI UNTUK IBU INDONESIA

Ucapan Selamat dari IMMawan

Ibu Kita, Tak Lagi Ibukota

Apa itu Titik Ba?

Atau Apa?

Definisi Cinta

Seberapa Siap Kita Berbeda?