Ibu Kita, Tak Lagi Ibukota

Sumber gambar: Persiapan Musyda DPD IMM DKI 2019

IBU KITA, IBU KOTA
Oleh: Ahmad Ruslan

Teringat Ibuku di rumah
Kawan aku ingin bercerita
Ibuku sudah cukup umur
Gerak dan tenaganya sudah mengendur
Semangat dan buah tangannya sudah tak subur
Mungkin karena anaknya,
Yang tak kunjung akur
Saling beradu, juga berbentur
Dalam perjalanannya..
Ibuku banyak sekali memberi
Tak sedikit pula dijadikan tempat pengabul mimpi
Oh iya aku lupa kenalkan
Ibuku bernama Jakarta
Ibuku sering berganti nama
Dulu namanya Sunda Kelapa
Pernah juga bernama Jayakarta
Dan sekarang namanya Ibukota Jakarta

Oh iya sahabat,
Harus kau ingat
Ibuku pun Ibu kita
Sebentar lagi
Kabarnya Ibu kita,
Tak lagi jadi Ibukota
Artinya nanti, namanya hanya Jakarta
Namun, jika aku boleh cerita
Sejujurnya aku sakit hati saudara
Dulu, ibu kita dipuji dan dipuja
Sebagai ikon kebanggaan bangsa
Diangkat namanya setinggi-tingginya
Di mata dunia.
Namun sekarang apa?
Setelah mereka merampas manisnya
Ibu kita dibuang
Setelah mereka memperkosa ibukota
Ibu kita ditendang
Dengan alasan pemerataan
Dengan alasan ini itu
Ibu kita ditinggalkan
Sahabat..
Sekarang ibu kita tak terurus-kurus
Sekarang ibu kita tak dirindu-bau
Aku kecewa..
Jangan-jangan ini cara mereka,
Mengkonfirmasi kegagalan
Jangan-jangan ini cara mereka,
Mengiyakan kebangkrutan
Dengan argumentasi ini itu,
Ibu kita dilupakan.
Sialan.

@korbanpemerintah
Jakarta Timur, 29 Agustus 2019.

Comments

Popular posts from this blog

Untuk Hafish Adli Irsyad

Bingkisan Kecil untuk Kartini

Tak Mudah Menjadi Dewasa

PUISI UNTUK IBU INDONESIA

Ucapan Selamat dari IMMawan

Apa itu Titik Ba?

Atau Apa?

Definisi Cinta

Seberapa Siap Kita Berbeda?