Posts

Showing posts from July, 2018

Surat untuk Para Pemilik Hulu

Image
TOLONG HENTIKAN . Apa yang kau lakukan di hulu Berdampak pada kita di hilir Apa yang kau pertahankan di sana Seringkali berdampak kemana-mana Membuat kita kecewa Tolong hentikan.. Egoisme buta Tolong lunakkan Si Keras kepala . Apa yang kau pegang Milik kita juga Apa yang kau emban Sepenuhnya kita taruh harapan Jangan merasa jadi jagoan Nyatanya malah memalukan Kanda, Abang..atau siapapun Tolong hentikan Kita sudah lelah dipermalukan Kita sudah capek Tuan Jadi bahan tertawaan . Kakak, Senior..apapun itu Tolong urungkan egomu Tolong lunakkan nafsumu Nama baik ikatan ada padamu Berhenti bersikap bodoh Berhenti bertindak ceroboh Sebelum rumah kita roboh Berhetilah, tolong berhenti Banyak sekali yang tersakiti karena ini . Yang kau bilang perjuangan Tak lain hanyalah keangkuhan Yang kau bilang perbaikan Tak bukan awal kerusakan Rusak Ikatan kita rusak.. Hancur sudah hancur.. Kanda senior yang Terhormat In...

Semoga yang Kaya Semakin Kaya

Image
“Ya Allah, jadikanlah orang-orang yang kaya menjadi semakin kaya agar kami semakin terjamin untuk mengais sisa-sisa makanan mereka. Ya Allah, lapanglah jalan bagi para koruptor untuk melaksanakan hajat korupsinya agar meningkat kesembronoan mereka terhadap harta bendanya. Sehingga semakin terbuka pula peluang bagi kami untuk mencopet, menjambret, menggangsir, atau syukur merampok rumah mereka. Ya Allah, mudahkanlah jalan kami untuk mengurangi dosa-dosa para koruptor dan para perakus harta dengan cara mengurangi kekayaan mereka meskipun hanya sedikit. Terimalah pengorbanan kami, catatlah pencurian kami sebagai dosa. Namun, juga terimalah dosa-dosa ini sebagai wujud pengorbanan kami untuk memperjuangkan proses penyeimbangan distribusi rahmat-Mu, keseimbangan sosial ekonomi masyarakat, serta cicilan rahmatan lil ‘alamin.” Do’a Si Kakek Filsuf, sore itu.. (Sumber: Iblis Tidak Butuh Pengikut)

Bagaimana Menjadi Orang?

Image
Ocehan Filsuf Gerbong .  . Komunitas Filsuf itu merasa kasihan Kebanyakan orang yang hidupnya sangat ringkih Penuh ketergantungan Hampir semua orang harus makan makanan sehat Agar tidak sakit Sedangkan para filsuf itu hampir tidak pernah sakit Meskipun memakan makanan yang dibuang orang Ke tong sampah, tidak segar, basi, dan sangat tidak enak rasanya . Para filsuf masih heran Kenapa orang baru bisa makan kalau makanannya enak dan segar Kenapa penduduk bumi baru memakai pakaian Kalau pakaiannya bagus, bersih, halus, dan necis Kenapa makhluk dunia ini baru tenang hatinya Kalau sudah punya rumah sendiri, ranjang dan kamar mandi sendiri Kalau masih menyewa, Mereka merasa belum sukses hidupnya Bahkan, merasa belum “jadi orang”. . Komunitas filsuf itu tidak bisa memahami Kenapa untuk menjadi orang, Makhluk-makhluk Tuhan mensyaratkan Bahan-bahannya adalah rumah, kendaraan, pekerjaan tetap, Bahkan kekayaan yang bermegahan Padahal, ...

Tanda Tanya yang Tak Bertitik

Image
..................................... “Ya, memang benar aku bukan siapa-siapa dan belum jadi apa-apa. Namun keresahan ini sudah bergaya macam raja terbijak di semesta. Ah, sudahlah ini yang paling maksimal yang bisa aku lakukan; mencaci ketidakmanusiaan hidup manusia. Habisnya, para pemimpinmu itu dan aku salah satunya mungkin seringnya  mengingkari makna khalifah fil ardhi, yang justru mengamini kekhawatiran malaikat tentang kemungkinan manusia menjadi sang perusak. Astagfirulllah . “ “Aku berlindung kepada-Mu, Ya Allah, dari segala ingatan tentang rumah negaraku, beserta para pembantu rumah tangga yang kami bayar sangat mahal untuk merusak rumah kami, menaruh beban sangat berat di hati kami, merancang pembangunan pecahnya kepala kami, menjual rumah kekayaan kami dan menggadaikan martabat kebangsaan kami.....” “Tidak terlalu menjadi masalah bagi hamba kenyataan bahwa umat manusia dan bangsa tidak memiliki pemimpin. Sudah hamba kuatkan hati yang menyaksikan tanaman-tan...

Apa Kabar Peradaban?

Image
Bimbingan Belajar Dajjal ............... Rata-rata semua peradaban umat manusia dihancurkan oleh Allah karena selingkuh dengan yang selain Allah. Sekarang Allah banyak hadir sebagai  As-Shobur Mahasabar, As-Syukur Maha Pensyukur. Allah tampak oleh manusia lebih mengedepankan Ar-Rahman Ar-Rahim, Maha Pengasih Maha Penyayang. Seratus delapan puluh derajat lebih berbeda cara menyapa makhluknya, khususon yang berbentuk manusia. Kalau memakai termenologi gender, sebelum Muhammad Saw. Allah lebih bersikap “maskulin”, sesudah itu sampai sekarang lebih “feminim”, santun, mengayomi, melindungi, mengampuni, bahkan orang-orang yang mengonstruksikan kelaliman internasional pun seakan-akan malah “digendong-gendong” oleh Allah. Sial betul itu ketika zamannya Fir’aun, raja Namrud, si Qorun, dan para kolega yang unggul dalam bidang kejahatannya. Taipan yang memperbudak politik nasional dininabobokan, dimanjakan. Pemimpin-pemimpin palsu, budak-budak pekatik-pekatik yang dipemimpin-pem...

Keadaan Zaman Kita Hari Ini

Image
Agamaterialisme ....... Manusia mengalami kelelahan untuk mengurai pengetahuan dan memilah gigir-gigir ilmu. Rentang jarak yang bisa sangat panjang antara keadaan miskin dan azab, ditekuk, dilipat-lipat, digumpalkan menjadi satu titik. Peradaban panjang materialisme membawa umat manusia menyisakan satu pengertian makna: kemiskinan adalah azab. Sehingga, mereka bersedia dijajah asal tidak miskin. Bahkan, harta milik sebuah bangsa dirampok tidak masalah, asalkan penduduk negara bangsa itu disisakan sedikit untuk  penghidupan keluarganya. Kemiskinan itu hina sehingga lebih baik ikut Iblis asalkan kaya, daripada setia kepada Tuhan tetapi disuruh bersabar dalam kemiskinan. ........ Munculah pertanyaan, dimana kita mengantongi iman kita disaat seperti ini? dimana kita menyimpan keagungan nilai-nilai Agama? jangan-jangan iya adanya, beragama kita sebatas di benda-benda legal kenegaraan. Kita lupa beragama dalam bermanusia dan sebagai hamba yang sebenar-benarnya. Sumbe...