Apa Kabar Peradaban?
Bimbingan
Belajar Dajjal
...............
Rata-rata semua
peradaban umat manusia dihancurkan oleh Allah karena selingkuh dengan yang
selain Allah. Sekarang Allah banyak hadir sebagai As-Shobur Mahasabar, As-Syukur Maha Pensyukur.
Allah tampak oleh manusia lebih mengedepankan Ar-Rahman Ar-Rahim, Maha Pengasih
Maha Penyayang. Seratus delapan puluh derajat lebih berbeda cara menyapa makhluknya,
khususon yang berbentuk manusia.
Kalau memakai
termenologi gender, sebelum Muhammad Saw. Allah lebih bersikap “maskulin”, sesudah
itu sampai sekarang lebih “feminim”, santun, mengayomi, melindungi, mengampuni,
bahkan orang-orang yang mengonstruksikan kelaliman internasional pun
seakan-akan malah “digendong-gendong” oleh Allah. Sial betul itu ketika
zamannya Fir’aun, raja Namrud, si Qorun, dan para kolega yang unggul dalam
bidang kejahatannya.
Taipan yang
memperbudak politik nasional dininabobokan, dimanjakan. Pemimpin-pemimpin
palsu, budak-budak pekatik-pekatik
yang dipemimpin-peminpinkan, jalan melenggang tanpa halangan apa pun yang
signifikan. Rakyat kecil dipermainkan hatinya, didustai pikiran dan
pengetahuannya, dirampok hartanya, dikikis hak-haknya. Sampaikan hendak bertemu
pada pintu pagar “tidak memanusiakan manusia.”
Terlalu lama
didustai, sampai tumbuh kesanggupan untuk ikhlas terhadap dusta, kebal terhadap
dusta, sampai akhirnya mampu menyulap dalam khayalannya bahwa dusta-dusta itu
menjadi seakan-akan anugerah. Ini semacam jaringan internasional bimbingan
belajar yang diselenggarakan oleh Dajjal. Atau, semacam “pesantren” Kilat
Dajjalisasi atau Dajjalisme.
Dan, mereka yang
melakukan itu seakan-akan tak akan bertemu dengan ketentuan Allah. “Barangsiapa siapa berbuat baik akan
memperoleh balasan, barang siapa berbuat buruk akan mendapatkan balasan.”
Seluruh situasi
dan keadaan ini sebenarnya merupakan wujud peremehan terhadap Tuhan. Tuhan dianggap
tidak berkuasa, tidak bekerja, tidak berkehendak, tidak punya rancangan
apa-apa, tidak menyusun Lauh Mahfudz,
bahkan pada hakikatnya seluruh perilaku mereka itu suatu pernyataan bahwa
sebenarnya Tuhan tidak ada.
Tuhan dianggap
tidak ada. Apalagi Dajjal.
"Iblis Tidak Butuh Pengikut"
Sumber gambar: Panjimas.com
"Iblis Tidak Butuh Pengikut"
Sumber gambar: Panjimas.com

Comments
Post a Comment