Posts

Showing posts from June, 2018

Titik Pertaruhan

Image
                    HARAP                          . Diujung lelahku, aku merengek Mentalku semakin bengek Apa ini petanda waktuku menyerah? Belum.. Malam ini, sebentar lagi bersapa esok Doaku kepada-Nya, agak kaku dan malu-malu karena malam lalu imanku membeku Apa aku lemah? Iya,..tapi semoga belum kalah Tapi itu bukan satu-satunya harapan Namunku berharap kenyataan Jika ini bukan jalan, Menunggu karunia kucoba bertahan Semua kehendak Tuhan Tapi aku masih berharap Semoga.. 23.59 Wib Coretan , 22 Juni 2018

Tak Perlu Desember

Image
DO'A JUNI . Ibu… Kemarin kita bertemu, tapi.. Aku ingin tetap menyapamu, apa kabar? Semoga dalam keadaan berkah . Ibu… Aku sengaja merindu, khawatir.. Doaku tak tersampaikan Karena aku belum jadi anak sholeh Layaknya idaman kebanyakan orangtua . Ibu… Kadang kasih kasihmu, keterlaluan Tak memandang usia anakmu, memanjakan Sayangmu juga berlebihan Yang mustahil terbalaskan . Ibu... Ampuni, baktiku seadanya Rinduku seperlunya Menyakitimu kah itu? Ibu, sehat-sehat ya Panjang umur.. . . #TakPerluDesember . . Ahmad Ruslan Ruang Renungan, 19 Juni 2018

Catatan Menyambut Juni

Image
SATU JUNI . Saat dia dilahirkan, Aku lupa bahwa dia tak berkelamin Apa dia Tuhan? Bukan Tuhan tak ada yang menyalahkan Saat aku berpikir dia perempuan Aku juga lupa sudah setua ini, Dia belum juga lahiran Melahirkan kedamaian yang diimpikan Rehat sejenak, . Apa mungkin seperti cerita dulu Lahirmu tak banyak yang menunggu Bahkan, Tak sedikit yang mengganggu Apakah kelahiranmu dirindukan? Seperti Pahlawan berkuda Dari Si Dongeng Tua Sebentar, Padahal ketika pertama namamu berpodium Hingga hari ini sudah dewasa, Menuju tua, hadirmu dipersoalkan Diperdebatkan.. Merenung sesaat, . Butir-butir telur keluhuran Yang menjadi acuan menuju harap Tahukah kau? Banyak yang mencaci-maki Ada juga yang mempolitisasi Menerjemahkan dengan ukuran gaji Mengenalkanmu dengan upah elektabilitasi Suatu ketika ada yang menghinamu Namun, benang-benar sangkarmu berkata..  “Jadikan penghina itu orang kepercayaan” Sedermawan itukah kau? At...