Kita dan Topeng Masing-Masing
Topeng Senyum
Oleh: Ahmad Ruslan
Hidupku dalam sandiwara
Pun hidupmu juga mereka
Bertindak malaikat padahal berhati iblis
Menjadi berani padahal pengecut
Menjadi sangat sopan padahal bajingan
Menjadi sangat lembut padahal kasar
Terlihat ramah padahal marah-marah
Sangat agamis padahal berakhlak amis
Seperti mengajak padahal mengejek
Seolah ikhlas padahal berat jiwa
Seolah sabar padahal hati hambar
Seolah bersyukur padahal kuffur
Ya kita sedang bersandiwara
Di depan mereka orang-orang
Bahkan dihadapan Tuhan
Kita berpura-pura
Pura-pura menyesal, lalu meminta
Maaf, menuntut doa’
Dikabulkan, lalu durhaka
Lagi, terus berulang-ulang
Aku sangat akrab dengan sandiwara
Sandiwara adalah aku
Aku adalah sandiwara
Menipu banyak orang
Menyakiti mereka dengan dengki hati
Mengutuk rasa penghormatan
Mencerai berai persahabatan
Memutuskan ikatan kekeluargaan
Ya, jika mereka tahu
Jika suara hati dapat terdengar
Untunglah, aku pandai bersandiwara
Aku orang lain
Akupun menyadarinya
Aku memakai topeng
Dihadapan seluruh dunia
Aku orang lain
Kenapa aku tak menjadi diri sendiri?
Hanya demi dunia
Ku lupakan diriku
Jangan hukum diriku
Ya aku.
Si Pembaca.
Bukan karena aku pandai bersandiwara
Bukan,
Hanya Allah tutup aibku
Itu saja.
@korbanpemerintah
Konoha, 09-10 April 2020

Comments
Post a Comment