Apakah Sah Islamku?

Sumber Gambar: Muslim Obsession

.......
Ustadz, apakah Sah syahadatku?
Jika aku jarang mengingat-Nya
Bukan aku tak mau,
Karena lapar, ingatanku hanya seputar perut
Nanti bisa makan atau tidak?
Itu tergerak cepat terucap dalam lisan
Masih berapa lama bertahan?
Itu yang menjadi kesaksian harian
Ustadz, apakah Sah Islamku?

Kyai, apakah Sah shalatku?
Jika aku tak sholat berjamaah,
Di rumah maupun di mesjid
Bukan aku tak mau,
Memang aku tak punya rumah
Dan tak boleh ke mesjid
Karena pakaianku kotor, itupun cuma satu
Tak ada yang menerimaku,
Masuk mesjid, apalagi berjamaah
Kyai, apakah Sah Islamku?

Syekh, apakah Sah zakatku?
Selama hidupku
Aku tak pernah memberi sedekah,
Tak pernah infaq, apalagi  zakat
Bukan maksudku pelit
Tapi tak ada harta yang ku punya
Tak ada uang sepeser pun yang ku miliki
Aku bisa makan dan minum
Hanya karena dikasihani
Syekh, apakah Sah Islamku?

Habib, apakah Sah puasaku?
Jika aku tak sahur
Jika aku tak berbuka
Bukan aku tak mau sahur
Bukan pula tak mau berbuka
Tapi aku dan keluargaku
Tak ada makanan untuk sahur
Juga untuk berbuka
Kami tak punya apa-apa
Habib, apakah  Sah Islamku?

Apalagi naik Haji..

@korbanpemerintah
Hari Ketujuh, 30 April 2020

Comments

Popular posts from this blog

Untuk Hafish Adli Irsyad

Bingkisan Kecil untuk Kartini

Tak Mudah Menjadi Dewasa

PUISI UNTUK IBU INDONESIA

Ucapan Selamat dari IMMawan

Ibu Kita, Tak Lagi Ibukota

Apa itu Titik Ba?

Atau Apa?

Definisi Cinta

Seberapa Siap Kita Berbeda?