Di Tengah


Aku di tengah sungai
Aku tidak sedang di hulu
Lantas aku sombong dengan keliru
Akupun tidak sedang menggurui
Merasa paling benar
Ingin paling tenar
Terlihat pintar
Tidak,
Sekali lagi aku tidak di hulu
Namaun,
Dalam perenungan aku ingin sadar dahulu
Ini penting

Aku juga tidak berharap di hilir
Yang terlambat sadar
Yang pasrah akan Qodar
Aku belum siap menjadi rakyat yang manut
Patuh taat, tanpa syarat
Tidak,
Aku tidak mahir dalam hal itu
Tidak mau

Walaupun tak cukup pantas
Aku ingin sesekali tegas
Bilang, aku di tengah sungai
Aku yang merekam jejak busuk hulu
Pun dengan prestasi yang diwariskan
Akupun penyampai pesan pada hilir
Kalau perlu busuk-busuk itu aku sisir
Dahulu, hingga ia layak mengalir
Hilir punya hak mendapat bersih
Hilir punya hak untuk nikmat murni
Aku nikmati peran ini
Menjadi bagian air
Yang mengalir
Tanpa akhir.


@korbanpemerintah

Hari Ke-dua belas, 05 Mei 2020

Comments

Popular posts from this blog

Untuk Hafish Adli Irsyad

Bingkisan Kecil untuk Kartini

Tak Mudah Menjadi Dewasa

PUISI UNTUK IBU INDONESIA

Ucapan Selamat dari IMMawan

Ibu Kita, Tak Lagi Ibukota

Apa itu Titik Ba?

Atau Apa?

Definisi Cinta

Seberapa Siap Kita Berbeda?