Kita Tertipu


Jangan-jangan kita tertipu
Ketika merasa lebih benar
Ketika merasa amal baik kita
Lebih banyak dari amal buruk kita
Ketika merasa prilaku Sholeh kita
Lebih banyak dari prilaku salah kita
Perasaan itu salah
Karena merasa benar
Karena merasa penting
Merasa lebih dari yang lain
Jangan-jangan

Jangan-jangan kita tertipu
Merasa amal kita banyak
Hanya karena gemar menolong
Merasa surga sudah dekat
Hanya karena yakin semuanya dilakukan ikhlas
Merasa Allah meridhoi
Semua kebaikan yang diperbuat
Hanya karena kita menjadi sumber ilmu
Sumber nasihat, menjadi solusi hidup
Banyak orang,
Murid-murid, sahabat, adik-adik
Dan banyak orang lainnya
Jangan-jangan

Jangan-jangan kita tertipu
Ketika kita merasa diampuni
Dari banyaknya dosa
Kemudian kita bertaubat
Seakan-akan Allah kasih Rahmat
Ampunan Allah kita sepelekan
Hanya karena Allah maha pengampun
Kemudian kita acuhkan dosa-dosa kecil
Ditimpuk-tumpuk dengan sengaja
Dipupuk, menggunung
Lalu bertaubat lagi
Dan berbuat dosa kembali
Jangan-jangan

Sebenarnya kita sudah tertipu
Tertipu oleh diri kita
Tertipu oleh nafsu kita
Tertipu oleh anggapan remeh
Tertipu oleh ketidak-sungguhan
Tertipu oleh liciknya hati
Tertipu oleh kepercayaan diri berlebih
Tanpa intropeksi
Tanpa koreksi
Tanpa evaluasi
Diri juga hati
Tanpa muhasabah
Juga kesungguhan memberi mahabbah
Kepada-Nya, Sang Pemilik Maha


@korbanpemerintah

Hari Ke-Tiga Belas, 06 Mei 2020

Comments

Popular posts from this blog

Untuk Hafish Adli Irsyad

Bingkisan Kecil untuk Kartini

Tak Mudah Menjadi Dewasa

PUISI UNTUK IBU INDONESIA

Ucapan Selamat dari IMMawan

Ibu Kita, Tak Lagi Ibukota

Apa itu Titik Ba?

Atau Apa?

Definisi Cinta

Seberapa Siap Kita Berbeda?