Air

Jurnalmalang.com
_____________

Namaku adalah Air
Dahulu,
Aku diciptakan dari damai
Kumpulan mohon dan rangkuman harap
Aku hadir dari perjanjian sakral
Antara hidup dan mati
Ya, aku diciptakan  dari misi besar Tuhan

Menurut banyak cerita,
Aku dibesarkan oleh dosa-dosa
Jadilah aku banjir
Jadilah aku ombak besar
Jadilah aku badai
Mengoyak nyamanmu
Membunuh ketenangan
Mengundang kegundahan
Mengambil nyawa-nyawa
Mengantarkannya pada hari perhitungan

Jika aku di sungai
Aku pekerja keras
Mengalir tanpa henti tanpa batas
Jika aku di danau
Asliku pemalas
Menggenang tenang
Jika aku di laut
Aku juga menyeramkan
Membunuh asa, menenggelamkan
Jika aku dalam embun
Aku menemani matahari
Membuka hari, menemani banyaknya mimpi-mimpi
Jika aku dalam salju
Aku mengaingatkanmu untuk tetap berjaga
Segeralah menghangatkan diri
Jika aku menjadi hujan
Tak  lain aku adalah anugerah Tuhan

Jumlahku satu
Jumlahku juga banyak
Aku bisa sangat sejuk
Aku juga bisa sangat panas
Aku sangat jernih
Aku juga bisa sangat kotor
Keruh, bau busuk
Aku juga bisa keras membeku
Ya, tergantung kamu
Aku akan berusaha menjadi maumu

Tapi mimpiku sebenarnya menghidupi
Memenuhi kebutuhanmu
Menumbuhkan banyaknya harap
Aku ada dalam nadimu
Aku mendengar dengan jelas
Aliran darahmu, detak jantungmu
Juga doa-doa rahasiamu
pada Tuhan
Ku pastikan aku akan ada
Tanpa perlu kamu teriak meminta
Aku pasti bersiaga
Aku adalah air
Kehidupan.
_______________

@korbanpemerintah

Hari ke-Lima Belas, 08 Mei 2020

Comments

Popular posts from this blog

Untuk Hafish Adli Irsyad

Bingkisan Kecil untuk Kartini

Tak Mudah Menjadi Dewasa

PUISI UNTUK IBU INDONESIA

Ucapan Selamat dari IMMawan

Ibu Kita, Tak Lagi Ibukota

Apa itu Titik Ba?

Atau Apa?

Definisi Cinta

Seberapa Siap Kita Berbeda?