Posts

Pribadi Baik yang Hebat

Image
Sumber Gambar : Keikhlasan Mentari BAIK DAN HEBAT Oleh: Ahmad Ruslan Sesekali, Dalam waktu dan tempat tertentu, Kadang orang lain tidak penting lagi menanyakan, Apa agamamu? Taat ibadah tidak? Berasal dari suku apa? Apa pekerjaanmu? Berapa pendapatanmu perbulan? Bagaimana nasab keluargamu? Dari kalangan terpandang bukan? Dari organisasi mana kamu dibentuk? Islami tidak? Pertanyaan yang nampak penting, Tapi tidak penting Mereka hanya peduli bahwa Apa pedulimu? Apa yang bisa kamu bantu? Apa kehadiranmu diharapkan? Apa sosokmu menyejukkan? Apa pribadimu menggembirakan? Apa harta, tenaga, dan pikiranmu meringankan beban? Sesekali, Dalam tempat dan waktu tertentu Orang lain kadang tak memandang Kamu orang baik bukan? Murah senyum tidak? Rajin ke Mesjid tidak? Rajin ke Gereja tidak? Rajin ke Wihara tidak? Rajin ke Kuil tidak? Rajin ke tempat suci lainnya tidak? Pertanyaan yang nampak baik, Tapi tidak baik Orang baik banyak dan Mungkin sangat ba...

Pohon

AKU IRI Oleh: Ahmad Ruslan Aku iri pada pucuk itu Yang didukung untuk terus berjaya Aku iri pada batang itu Yang suka cita menopang rimbunnya daun Aku iri pada daun itu Yang rela hati meneduhkan Aku iri pada buah itu Yang suka rela memberi kesegaran Aku iri pada akar itu Yang ikhlas, tanpa pamrih dan menghidupi @ korbanpemerintah Pojokan, 25 November 2019

Maha Terbatas

Image
Sumber Gambar: Muslimah News KITA MAHA TERBATAS Oleh: Ahmad Ruslan Dia Maha Pengampun Sengaja, Ku rutinkan dosa karena itu Dia Maha Tahu Sengaja, Ku memelas saat setiap keliru Dia Maha Penyayang Sengaja, Ku sakiti semua orang tanpa kepalang Dia Maha Penolong Sengaja, Ku bengkokkan langkah kesegala arah Dia Maha Penerima Taubat Sengaja dan seringkali, Kubujuk Dia setelah ku rutin maksiat Inilah Aku, Yang suka perdaya Dia. Akulah yang Maha Paling Paling pintar, Paling rajin, Paling Soleh, Paling Soleha, Paling ganteng, Paling cantik, Paling bijaksana, Paling berjasa, Paling bekerja keras, Paling berwenang, Paling sabar, Paling Ikhlas, Paling Tawadhu, Paling rendah hati, Paling suci, Paling segala hal. Yang lain tidak, Tidak tahu apa-apa, Tidak mengerti apa-apa, Yang lain salah. Jadi, selain Tuhan, Akulah orang yang Maha Benar Kedua. Sedikit teringat cerita Iblis. Yang diusir Tuhan dari Surga, Iblis itu cerdas, Iblis juga sangat Tau...

Pelantikan: Selamat

Image
Sumber Gambar: Pelantikan Presiden 2019/2014. SELAMAT, SEMOGA SELAMAT, DAN DAPAT MENYELAMATKAN Oleh: Ahmad Ruslan Hari ini tepatnya Beberapa jam yang lalu, Presidenmu dilantik Iya-iya Presiden kita Dilantik. Selain kutukan dan sumpah serapah Selain caci dan maki Seimbangi juga dengan doa Seimbangi pula dengan harapan dan asa Banyak hal tentang hidup Selain perkara Presiden Yang dilantik, Selain perkara rakyat Yang melarat, Selain elite-elite berbaju sutra Yang riya', Selain tukang ikan yang berbaris Bau amis Semua kepahitan juga yang manis-manis Hidup bukan hanya itu Sekali lagi bukan hanya perkara itu Dalam hidup, Derita pun butuh tawa Juga bahagia perlu bumbu tangis didalamnya Seperti doaku Seperti harapmu Untuk bangsa ini Juga untuk negara ini Untuk pemimpin juga kita-kita Untuk Presiden baru Yang dilantik, Kami ucapkan selamat Semoga Andapun selamat Tak cukup itu Semoga, Kau pun mampu selamatkan Ribuan bahkan jutaan umat Mari bujuk ...

Subuh Tadi

Image
Sumber Gambar: bukan Matahari SUBUH Oleh: Ahmad Ruslan Subuh tadi, Kulihat hamba-Mu berbondong-bondong Ke rumah-Mu, tanpa didorong-dorong Mereka bangun oleh sadar Dengar segar, Mukanya cerah berbinar-binar Memancar Tanpa alasan duniawi Bukan juga nafsu ragawi Aku cemburu pada ikhlas Mereka, Hati suci tak berbekas Mereka, Rela tanpa berat Ringan kaki, terangkat Tanpa bantah, Itu bukti ruh yang sehat Dalam sunyinya kekhusyukan Mereka meneteskan air mata Bukan duka, Tapi itu cinta Bukan sengsara nestapa Tapi itu bahagia Aku laki-laki pencemburu Pada pemilik iman yang terus menggebu Tanpa gerutu, Sayang mereka beradu Bertemu, dengan-Mu Aku malu, Tersipu sudah muka hati Dosa yang berjuta Bahkan tak terungkap oleh angka Juga tak terakumulasi data-data Menimbun, menggunung Mengumpul, seperti lautan Tak terbatas, seperti semesta Dosa hamba Aku Si Ahli maksiat Makhluk hina bergelar bangsat Pemilik iman yang berkarat Namun, Aku dalam tak ...

Menepilah

Image
Jika lelah, istirahatlah untuk sementara tidak apa. Perlu sesekali kamu egois dan hanya perlu menyendiri dan memikirkan diri sendiri, itu tidak masalah. Karena kamu juga perlu energi untuk membagi waktu dan berbagi semangat untuk esok dan beberapa kesempatan yang lain. Bila perlu menangis, menangislah. Adukan semua pada Tuhan, jika tak kuat bertahan, Dia yg akan menguatkan. Bismillah pasti ada jalan🤗 @ korbanpemerintah Pasar Rebo, 08 Oktober 2019.

Doa Malam

Image
Sumber Gambar: Cahaya DOA MALAM Oleh: Ahmad Ruslan Pada malamku yang sunyi Izinkan kali ini aku bersembunyi Bisikku pada angin, Kuceritakan semua betapa payahnya aku Sekali dan berkali-kali Mentalku tak urung unjuk diri Ciut, terkoyak, terombak, tak menepi Masih saja ku, dikalah sepi Pada malam yang tak ada kamu Maafkan, tak ada maksud menghilangkan Cerita itu, tak kumenangkan Imajinasiku, tentangmu bukan tanpa angan Untuk saat ini, Aku hanya malu tuk berharap Ku sampaikan saja namamu pada Tuhan Lewat doa, mengalir tak bertuan Perlahan dan pelan-pelan @ korbanpemerintah Pasar Rebo, 05 Oktober 2019

Karpet Belakang

Image
Sumber Gambar: Karpet belakang Masjid Darul 'Ulum KARPET BELAKANG Oleh: Ahmad Ruslan Iya memang, kita sama ditempat suci Iya memang, hari-hariku pun di rumah Tuhan Namun, Nasibku sering diinjak-injak Hanya jadi bantalan Pagi, siang, sore, malam Tak absen, aku lihat para hamba Bergantian memasuki rumah Tuhan Sembahyang, itikaf, dan cukup lama bertahan Tuhan, Sesekali akupun ingin sama Sama fungsi dengan mereka Mereka yang elit, dan dekat denganMu Hari-harinya bersama hamba terbaikMu Namun, Ketika ini jadi takdirMu, Bisa apa aku Ketika ini menjadi ketetapanMu Tak mungkin ada bantah dariku Kadang aku iri pada mereka Berada di garis depan Dekat dengan sang Pencipta Alam semesta, Juga tempat makhluk terbaik bersujud di sana Kadang-kadang, aku menyesal Juga kesal, Jika hanya dijadikan keset Tempat bercanda anak-anak Sebatas tempat tidur Jauh dari ahli dzikir Seringnya tak berarti tanpa akhir Namun, Dalam renungan aku pun tersadar Tak ada maksu...

Dibakar

Image
Sumber Gambar: Suasana Warga Jambi DIBAKAR Oleh: Ahmad Ruslan  Biasanya, Pagiku berkabut Segarnya udara menjadi selimut Biasanya, Siangku disambut birunya langit Keindahan yang tak pernah pamit Biasanya, Malamku syahdu Kesucian tarian alam beradu Biasanya. Sekarang, Pagiku berkabung Segarnya udara terpasung Sekarang, Siangku menjerit Keindahan yang biasanya ada, tak lagi terbesit Sekarang, Malamku nampak buram Kelam, suram, tarian api mencekam Sekarang. Sejujurnya, Aku tak mengerti Nalarku berjajak tak temu arti Apa maksud mereka lakukan ini Ulahnya terjadwal, berujung menyakiti Seketika nurani kau kebiri Sekali lagi, tak sedikitpun kupahami Katanya, ini murni musibah Segeralah, perbanyaklah Tuhan kau sembah Ujarnya, Ah sialan kau, bedebah !! Jangan kira kami payah Menafsirkan hinanya setiap ulah Lagi-lagi, Tak berhenti mereka berkelakar Setiap bait kata kumengerti pun sukar Katanya, Perbanyaklah kesabaran Tabahlah kau kedepankan Ka...

Ngaji Hidup 2

Image
Sumber gambar: benda pandang TENTANG MENJADI MANUSIA Oleh: Ahmad Ruslan Jangan memimpikan yang tidak kau miliki Berlebihan.. Akuilah anugerah yang kau miliki Bersyukurlah.. Dalam keadaan terlelahmu, Engkau punya kuasa untuk mengistirahatkan dirimu Hatimu, dan pikiranmu Kapanpun itu.. Jangan biarkan bayangan masa depan Mengganggumu.. Jika memang harus, pasti akan bertemu Nikmati saja harimu Engkau akan punya senjata Untuk menghadapi hari esok, Yakin dan percayalah Dalam hidup, Lagi-lagi kita akan menemukan Orang yang membuatmu kesal, marah, Jengkel, dendam juga benci Namun kau yang punya kehendak Punya kendali, jangan biarkan itu mengganggumu Lupakan perlahan, lalu maafkan Tidak seorangpun dari mereka Dapat menyakitimu Tak seorangpun dari mereka Mampu membuatmu kotor Bertahanlah.. Akupun tak pantas marah pada mereka Atau membenci mereka Asal kau tahu Kita dilahirkan untuk bekerjasama Seperti kaki, tangan, dan mata Sebagaimana dua baris gigi, at...

Dikemudian Hari

Image
Kedepan, memilih cengeng ataupun tegar itu semua pembelajaran. Tertawalah, menangislah, kemudian bahagia. Satu hal yang pasti do'a kami di nadimu. @ korbanpemerintah Pelantikan PK IMM FKIP UHAMKA ,  Jumat, 06 September 2019.

Ngaji Hidup

Image
Sumber gambar: Alamku, Karawang . NGAJI HIDUP Oleh: Ahmad Ruslan Hidup yang penuh ambisi, tak akan tenang Karena hidupmu bergantung Pada yang diluar dirimu Celaan dan pujian, tidak akan berarti apa-apa Jika kamu berbuat kebaikan, Dicela sehina apapun Dipuji setinggi apapun Tidak akan berdampak pada kebaikan itu Kebaikan akan tetap menjadi baik Dan yang buruk akan tetap buruk Agar jiwamu tetap bersih, Jangan terpengaruh Tetaplah tenang Kesombongan yang paling tinggi Adalah ketika kita, Membanggakan kerendah-hatian yang kita punya Menyombongkan yang katanya ketidaksombongan Lalu, jangan marah Betapa lebih menyedihkan akibat Kemarahan itu, dibandingkan sebabnya Jangan anggap berharga, Apapun yang mendorongmu mengingkari janji Membuatmu kehilangan harga diri Membenci, mencurigai, dan mengutuk orang lain Bahkan hipokrit, Menginginkan sesuatu secara sembunyi-sembunyi Ketahuilah, di dunia ini Akan ada seorang yang tidak baik Mengharapkan semua orang bai...

Menghitung Harap

Image
Tuhan Engkau pasti tahu. Pintaku dalam doa banyak. Namun, dosaku jauh lebih banyak. Tuhan, pasti Engkau lebih tahu. @ korbanpemerintah Suara Gelap, 04 September 2019.

Ibu Kita, Tak Lagi Ibukota

Image
Sumber gambar: Persiapan Musyda DPD IMM DKI 2019 IBU KITA, IBU KOTA Oleh: Ahmad Ruslan Teringat Ibuku di rumah Kawan aku ingin bercerita Ibuku sudah cukup umur Gerak dan tenaganya sudah mengendur Semangat dan buah tangannya sudah tak subur Mungkin karena anaknya, Yang tak kunjung akur Saling beradu, juga berbentur Dalam perjalanannya.. Ibuku banyak sekali memberi Tak sedikit pula dijadikan tempat pengabul mimpi Oh iya aku lupa kenalkan Ibuku bernama Jakarta Ibuku sering berganti nama Dulu namanya Sunda Kelapa Pernah juga bernama Jayakarta Dan sekarang namanya Ibukota Jakarta Oh iya sahabat, Harus kau ingat Ibuku pun Ibu kita Sebentar lagi Kabarnya Ibu kita, Tak lagi jadi Ibukota Artinya nanti, namanya hanya Jakarta Namun, jika aku boleh cerita Sejujurnya aku sakit hati saudara Dulu, ibu kita dipuji dan dipuja Sebagai ikon kebanggaan bangsa Diangkat namanya setinggi-tingginya Di mata dunia. Namun sekarang apa? Setelah mereka merampas manisnya ...

Renungan Senja

Image
(Sumber gambar: Samping Rumah Sitara, Taqi, dan Tibb.) SERINGNYA AKU TIDAK Oleh: Ahmad Ruslan Harusnya diri ini cemas Ketika adzan berkumandang Hatiku merasa tak terpanggil Urusan dunia yang selalu diambil Harusnya diri ini malu Ketika yang lain berbondong ke mesjid Jiwaku bebal, sembahyang sendirian Bahkan seringnya jarang Harusnya diri ini tersipu Ketika mereka berbusana syar'i Egoku menguat tak peduli Masih saja lekuk tubuhku kukenali Harusnya diri ini menutup wajah Ketika lisan ini ringan akan ghibah Naluriku mengeras, menganggap tak masalah Jelas sudah imanku lemah Harusnya diri ini memohon ampun Olehku, banyak sekali dosa terhimpun Ibadahku, tak khusyuk sekalipun Dosaku tak terhitung berapapun Harusnya, Diri ini, Hati ini, Jiwa ini, Lisan ini, Naluri ini, Dalam keadaan baik, Dan selalu baik. Tapi, seringnya aku tidak. @korbanpemerintah Ruang Renungan, 26 Agustus 2019

Sementara Pamit

Image
PAMIT Oleh: Ahmad Ruslan Dalam situasi seperti ini Kering sudah inspirasi Mati sudah imajinasi Tak kusangka tajamku pergi Untuk saat ini suaraku tumpul Bait-bait puisiku pun mandul Harapan-harapan tak timbul Tuhan, Ya, aku mengakuinya Aku lemah, aku bukan siapa Tak ada perkasa, pada manusia Sekali lagi tak ada, Berkali-kali pun tak ada Sulit, Rumit, Untuk sementara, Aku pamit. @korbanpemerintah Kamar-Bau, 22 Agustus 2019

Berkurban Korban

Image
                            Sumber Gambar : Assalamualaikum BER-KORBAN Oleh: Ahmad Ruslan Bukan perkara Tusuk sate, rendang Embe Bukan pula tumbukkan ketumbar Atau daging-daging yang di bakar Banyak makna, yang tak mungkin tertukar Kamu tahu, Seberapa besar hati Sarah, Mengiklaskan hadirnya Hajar Kamu tahu, Seberapa tegar jiwa Hajar, Ditinggal suami di gurun tandus Kering-garing. Kamu tahu, Seberapa teguh sosok Ibrahim, Mengorbankan anak yang sudah lama dinanti. Kamu tahu, Seberapa mulia cara menghamba Ismail, Memberikan jiwa raga untuk Sang Pencipta Disitulah Taqwa diajarkan Disitulah makna Sabar dan keikhlasan Lantas masihkan kita memaknai Hari ini dengan liburan? Atau sekedar hiburan? @ korbanpemerintah Idul Qur'ban, 11 Agustus 2019

Syukur

Image
Sumber Gambar: Kasur Sederhanaku SYUKUR Oleh: Ahmad Ruslan Dalam hidup, Bukan perkara kita punya apa Seberapa banyak, Juga kelimpahan yang jamak Bukan pula, Perkara gedung bertingkat Mendekati langit, merapat Mobil berjejer Tak tergarasikan Bukan juga, Perkara istri cantik Suami ganteng Anak pintar-pintar Atau sahabat loyal Tanpa membual. Ini tentang syukur Setiap waktu, Tanpa ukur. @ korbanpemerintah Cipanas, 06 Agustus 2019

Jangan - Jangan Kita?

Image
  Sumber gambar: Zerochan JANGAN - JANGAN Oleh: Ahmad Ruslan Jangan-jangan tidak ada kejahatan,  Kitanya saja yang merasa paling baik.  Jangan-jangan tidak ada yang salah, Kitanya saja yang merasa paling benar.  Misi perdamaian yang dikumandangkan, Kerap kita pilih melalui jalan melukai,  Menyakiti, dan justru tidak mendamaikan. Kesalahpahaman juga muncul  Menjadi aktor yang memperumit.  Saling menyalahkan juga mengalahkan  Menjadi alternatif terakhir.  Kita memang masih amatiran menjadi manusia.  Jangan-jangan. @korbanpemerintah See You July 😊 Legok-Kotok, 31 Juli 2019

Kita Hanya Manusia, Tidak Lebih

Image
Sumber gambar: A.510 Pagi tadi.  PENDOSA Oleh: Ahmad Ruslan Turunkan dagu Rendahkan diri Lembutkan hati Haluskan ucap Redupkan dengki Kita pendosa Jangan berlebihan Kita hanya hamba Jangan keterlaluan Kita hanya manusia Tidak lebih. @korbanpemerintah Ruang UAS, 29 Juli 2019