Ngaji Hidup

Sumber gambar: Alamku, Karawang.

NGAJI HIDUP
Oleh: Ahmad Ruslan

Hidup yang penuh ambisi, tak akan tenang
Karena hidupmu bergantung
Pada yang diluar dirimu
Celaan dan pujian, tidak akan berarti apa-apa
Jika kamu berbuat kebaikan,
Dicela sehina apapun
Dipuji setinggi apapun
Tidak akan berdampak pada kebaikan itu
Kebaikan akan tetap menjadi baik
Dan yang buruk akan tetap buruk
Agar jiwamu tetap bersih,
Jangan terpengaruh
Tetaplah tenang

Kesombongan yang paling tinggi
Adalah ketika kita,
Membanggakan kerendah-hatian yang kita punya
Menyombongkan yang katanya ketidaksombongan
Lalu, jangan marah
Betapa lebih menyedihkan akibat
Kemarahan itu, dibandingkan sebabnya
Jangan anggap berharga,
Apapun yang mendorongmu mengingkari janji
Membuatmu kehilangan harga diri
Membenci, mencurigai, dan mengutuk orang lain
Bahkan hipokrit,
Menginginkan sesuatu secara sembunyi-sembunyi

Ketahuilah, di dunia ini
Akan ada seorang yang tidak baik
Mengharapkan semua orang baik, itu ketidakmungkinan
Jangan mengharapkan sesuatu yang tidak mungkin
Karena, itu akan mengurangi kebahagiaan
Maka, rayakanlah hidupmu
Syukuri, hidup kita adalah apa yang kita pikirkan
Saat engkau bangun di pagi hari,
Pikirkanlah betapa istimewanya
Masih bisa hidup, berpikir,
Menikmati hidup dan bisa mencintai
Terimalah segala sesuatu,
Yang diikat oleh takdirmu, dan
Cintailah orang-orang yang ditakdirkan
Bersamamu,
Lakukanlah semua dengan sepenuh hati,
Dengan itu hidupmu akan bahagia
.
.
Bersambung..

@ngajifilsafat 209
@korbanpemerintah

Ruang Renungan, 05 September 2019.

Comments

Popular posts from this blog

Untuk Hafish Adli Irsyad

Bingkisan Kecil untuk Kartini

Tak Mudah Menjadi Dewasa

PUISI UNTUK IBU INDONESIA

Ucapan Selamat dari IMMawan

Ibu Kita, Tak Lagi Ibukota

Apa itu Titik Ba?

Atau Apa?

Definisi Cinta

Seberapa Siap Kita Berbeda?