Ngaji Hidup 2

Sumber gambar: benda pandang

TENTANG MENJADI MANUSIA
Oleh: Ahmad Ruslan

Jangan memimpikan yang tidak kau miliki
Berlebihan..
Akuilah anugerah yang kau miliki
Bersyukurlah..
Dalam keadaan terlelahmu,
Engkau punya kuasa untuk mengistirahatkan dirimu
Hatimu, dan pikiranmu
Kapanpun itu..
Jangan biarkan bayangan masa depan
Mengganggumu..
Jika memang harus, pasti akan bertemu
Nikmati saja harimu
Engkau akan punya senjata
Untuk menghadapi hari esok,
Yakin dan percayalah

Dalam hidup,
Lagi-lagi kita akan menemukan
Orang yang membuatmu kesal, marah,
Jengkel, dendam juga benci
Namun kau yang punya kehendak
Punya kendali, jangan biarkan itu mengganggumu
Lupakan perlahan, lalu maafkan
Tidak seorangpun dari mereka
Dapat menyakitimu
Tak seorangpun dari mereka
Mampu membuatmu kotor
Bertahanlah..

Akupun tak pantas marah pada mereka
Atau membenci mereka
Asal kau tahu
Kita dilahirkan untuk bekerjasama
Seperti kaki, tangan, dan mata
Sebagaimana dua baris gigi, atas dan bawah
Tak sepantasnya kita terbelah
Demikian pula marah dan
Saling membelakangi
Berhentilah terjebak ..
Oleh Sesaatnya nafsu dan emosi
Tentang menjadi manusia
Jadi engkau lahir untuk mencari kenikmatan?
Bukan untuk bertindak dan mencari pengalaman?
Tidakkah engkau lihat tanaman,
Burung, semut, laba-laba, dan lebah
Semua menjalankan tugasnya
Membuat harmoni dunia terjaga
Sekuat yang mereka bisa

Bagaimana denganmu?
Apa hanya akan berdiam saja?
Jangan menghina dirimu
Dengan tidak melakukan apa-apa
Apa engkau tidak menghormati dirimu sendiri?
Sebagaimana pelukis mencintai lukisan,
Penari mencintai tarian,
Orang pelit mencintai uangnya,
Pemburu jabatan mencintai statusnya,
Walaupun tak semua baik,
Ambillah semangat cintanya
Saat mereka benar-benar dipengaruhi
Oleh yang mereka kerjakan
Mereka bahkan tak makan dan minum
Menjalankan kecintaan mereka
Begitupun dengan dirimu
Cintailah hidupmu.

Ngaji Filsafat: 209
@korbanpemerintah

Ruang Renungan, 08 September 2019

Comments

Popular posts from this blog

Untuk Hafish Adli Irsyad

Bingkisan Kecil untuk Kartini

Tak Mudah Menjadi Dewasa

PUISI UNTUK IBU INDONESIA

Ucapan Selamat dari IMMawan

Ibu Kita, Tak Lagi Ibukota

Apa itu Titik Ba?

Atau Apa?

Definisi Cinta

Seberapa Siap Kita Berbeda?