Karpet Belakang

Sumber Gambar: Karpet belakang Masjid Darul 'Ulum

KARPET BELAKANG
Oleh: Ahmad Ruslan

Iya memang, kita sama ditempat suci
Iya memang, hari-hariku pun di rumah Tuhan
Namun,
Nasibku sering diinjak-injak
Hanya jadi bantalan
Pagi, siang, sore, malam
Tak absen, aku lihat para hamba
Bergantian memasuki rumah Tuhan
Sembahyang, itikaf, dan cukup lama bertahan

Tuhan,
Sesekali akupun ingin sama
Sama fungsi dengan mereka
Mereka yang elit, dan dekat denganMu
Hari-harinya bersama hamba terbaikMu
Namun,
Ketika ini jadi takdirMu,
Bisa apa aku
Ketika ini menjadi ketetapanMu
Tak mungkin ada bantah dariku

Kadang aku iri pada mereka
Berada di garis depan
Dekat dengan sang Pencipta
Alam semesta,
Juga tempat makhluk terbaik bersujud di sana
Kadang-kadang, aku menyesal
Juga kesal,
Jika hanya dijadikan keset
Tempat bercanda anak-anak
Sebatas tempat tidur
Jauh dari ahli dzikir
Seringnya tak berarti tanpa akhir

Namun,
Dalam renungan aku pun tersadar
Tak ada maksud dariNya yang sekedar
Aku harus pandai bersyukur
Aku harus jauh dari kufur
Hari-hariku di rumah Tuhan
Bukan dijalanan
hari-hariku di tempat ibadah
Tempat sang Hamba berserah
Lagi-lagi,
Aku harus pandai bersyukur
Karena aku menjadi saksi para hamba
Yang shaleh dan taat ibadah
Menjadi saksi para muda dan tua yang Taqwa

Tuhan,
Kurasakan betul langkah mereka
Tetesan air wudhu dari wajah mereka
Menyegarkan, wangi, dan penuh cahaya
Tuhan,
Cabut rasa iriku
Yang membuat bahagia membeku
Tuhan,
Hilangkan semua prasangka
Hingga tak ada lagi luka jiwa
Tuhan,
Aku cinta padaMu, selamanya


Ttd,
Karpet Masjid

@korbanpemerintah
Darul 'Ulum, 30 September 2019

Comments

Popular posts from this blog

Untuk Hafish Adli Irsyad

Bingkisan Kecil untuk Kartini

Tak Mudah Menjadi Dewasa

PUISI UNTUK IBU INDONESIA

Ucapan Selamat dari IMMawan

Ibu Kita, Tak Lagi Ibukota

Apa itu Titik Ba?

Atau Apa?

Definisi Cinta

Seberapa Siap Kita Berbeda?