Maha Terbatas

Sumber Gambar: Muslimah News


KITA MAHA TERBATAS
Oleh: Ahmad Ruslan

Dia Maha Pengampun
Sengaja,
Ku rutinkan dosa karena itu
Dia Maha Tahu
Sengaja,
Ku memelas saat setiap keliru
Dia Maha Penyayang
Sengaja,
Ku sakiti semua orang tanpa kepalang
Dia Maha Penolong
Sengaja,
Ku bengkokkan langkah kesegala arah
Dia Maha Penerima Taubat
Sengaja dan seringkali,
Kubujuk Dia setelah ku rutin maksiat
Inilah Aku,
Yang suka perdaya Dia.

Akulah yang Maha Paling
Paling pintar,
Paling rajin,
Paling Soleh,
Paling Soleha,
Paling ganteng,
Paling cantik,
Paling bijaksana,
Paling berjasa,
Paling bekerja keras,
Paling berwenang,
Paling sabar,
Paling Ikhlas,
Paling Tawadhu,
Paling rendah hati,
Paling suci,
Paling segala hal.
Yang lain tidak,
Tidak tahu apa-apa,
Tidak mengerti apa-apa,
Yang lain salah.
Jadi, selain Tuhan,
Akulah orang yang Maha Benar
Kedua.

Sedikit teringat cerita Iblis.
Yang diusir Tuhan dari Surga,
Iblis itu cerdas,
Iblis juga sangat Tauhid,
Namun satu hal yang fatal,
Ketika dia merasa paling dan lebih
Dari Adam.
Iblis telah sombong hatinya,
Lupa keMahaan Tuhan
Jadi,
Untuk Aku,
Kamu, dan
Kita semua.
Ingatlah kita cuma makhluk.
Yang Maha Terbatas.
Tidak lebih.
Kita hanya "titik".


@korbanpemerintah
Ruang Renungan, 23 November 2019

Comments

Popular posts from this blog

Untuk Hafish Adli Irsyad

Bingkisan Kecil untuk Kartini

Tak Mudah Menjadi Dewasa

PUISI UNTUK IBU INDONESIA

Ucapan Selamat dari IMMawan

Ibu Kita, Tak Lagi Ibukota

Apa itu Titik Ba?

Atau Apa?

Definisi Cinta

Seberapa Siap Kita Berbeda?