Bunga Lamunan
Sumber: Greeners.co Enak saja. Bukan tanpa alasan aku memilih mu, menjadikan bunga dipinggir telaga rasa. Kucoba bermula pada awalnya. Tak terbesit sedikitpun aku pada perjumpaan itu. Aku yang selalu sengaja kaku dan berlagak sok angkuh. Perhatian ku selingkuh terbagi-bagi. Menugas dan terperangkap padamu. Kamu si bunga kecil yang tak berbau, sialan warna senyummu membuatku mabuk. Terkantuk-kantuk tak pernah bangun dalam ingatan, atau sekedar pamit menjeda diri. Tak ada niat berlebihan waktu itu yang terlontarkan. Hanya saja ada semacam petunjuk, membisik hati juga pikiran. Aku harus me-reka ulang, keaslian senyuman. Apakah ada semacam sihir dalam barisan gigimu yang tak terlalu rapi itu. Apakah ada semacam ramuan yang tercecer diantara katup bibirmu yang menggenang ingatan. Apakah ada mantra-mantra pada lengkuk pipimu yang menawan perasaan. Ahh kamu, nanti lagi laguku lanjutkan. Sekarang aku ingin mencari kesibukan, supaya tak terjebak semerbakmu dalam lamunan. Alasan, 26 ...