Posts

Bunga Lamunan

Image
Sumber: Greeners.co Enak saja. Bukan tanpa alasan aku memilih mu, menjadikan bunga dipinggir telaga rasa. Kucoba bermula pada awalnya. Tak terbesit sedikitpun aku pada perjumpaan itu. Aku yang selalu sengaja kaku dan berlagak sok angkuh. Perhatian ku selingkuh terbagi-bagi. Menugas dan terperangkap padamu. Kamu si bunga kecil yang tak berbau, sialan warna senyummu membuatku mabuk. Terkantuk-kantuk tak pernah bangun dalam ingatan, atau sekedar pamit menjeda diri. Tak ada niat berlebihan waktu itu yang terlontarkan. Hanya saja ada semacam petunjuk, membisik hati juga pikiran. Aku harus me-reka ulang, keaslian senyuman. Apakah ada semacam sihir dalam barisan gigimu yang tak terlalu rapi itu. Apakah ada semacam ramuan yang tercecer diantara katup bibirmu yang menggenang ingatan. Apakah ada mantra-mantra pada lengkuk pipimu yang menawan perasaan. Ahh kamu, nanti lagi laguku lanjutkan. Sekarang aku ingin mencari kesibukan, supaya tak terjebak semerbakmu dalam lamunan. Alasan, 26 ...

Dalam Cerita Ini

Image
Terkhusus urusan hujan dalam peraduan Aku hanya tetesan gerimis yang sendirian, Tak terpandang, Dibalik jendela yang sedikit basah, Resah, dan mudah hilang Dalam cerita yang lain, Aku bisa jadi Hero apapun, kapanpun Seenak jidat, hebat Tapi dalam hal ini aku hanya pecundang, Yang lemah dan malang   Dal am Cerita Ini, 26 Maret 2020

Cerita Daun dan Angin

Image
 "....daun, sebenarnya banyak do'a yang ingin angin panjatkan, yang pasti mudah-mudahan terijabah oleh Sang Pemilik Alam, termasuk semua do'a batang, dahan, cabang, ranting, juga bunga-bunga disekelilingmu dan lantunan merdu jauh darimu yang turut mendo'akan. Untuk kita, semoga apapun itu nantinya, merupakan jalan yang terbaik, terkhusus untukmu. Kamu yang terjatuh, atau aku yang tak sejuk lagi nantinya. Atau  seperti mimpi kita, bersama memberi warna dan kesejukan pada alam." Barokalloh Selamat bertambah usia, tetap lucu, lugu, dan bijaksana. ☺🤗 Cerita Angin, 24 Maret 2020

Lalu Tiada

LALU TIADA Oleh: Ahmad Ruslan Seperti sirkulasi kehidupan Benih, yang berakar Hidup tumbuh, berbatang Bercabang, berdaun Berbunga, berbuah Berguguran, lapuk Tua, binasa Lalu tiada Yang bermula akan sirna Yang berawal akan berakhir Tumbuhan, hewan, manusia Bahkan alam semesta Seperti kita yang bermula Dari alam rahim, menuju alam lahir Menjadi bayi, anak-anak, kemudian remaja Lalu dewasa, menghampiri tua Kemudian bertemu akhir masa Musnah, sirna Lalu tiada Sewaktu muda gagah,  Dengan pakaian megah Kulit kencang, indah dipandang Senyum manis, berlapis-lapis Namun, ketika tua tiba Badan meronta renta Kulit menjadi keriput, surut Gigi satu persatu pamit, permisi Hilang masa muda, terkikis usia Lalu tiada Namun, Hidup tak hanya sekali Masih ada hidup setelah hidup Hidup yang sekarang hidup yang ada akhir Setelahnya, Ada hidup yang abadi, tanpa henti Tanpa mati, Maka, dalam hidup yang pertama Berbuat baiklah Kapanpun, dimanapun Dan kepad...

Doa untuk Ayah

Image
   AYAH Dia adalah mentari, Ditengah redupnya hari, Dia adalah rembulan, Ditengah pekatnya kegelapan, Dia tak ada duanya, Juga tak ada lainnya di dunia, Kini dia ada disana, Ditempat yang hanya mampu tersentuh doa Tapi dia belum tiada, Tetap dan menetap dalam dada, Ayah, Dalam mimpi nanti, Ku ingin kita bersua, Bercanda, dan berbagi cerita, Ayah, Bisakah kau lihat anakmu ini? Kini aku mulai belajar mandiri Mengarungi hidup dan harap sendiri Seperti yang kau ajarkan dulu, Aku mesti kuat dan hebat Walaupun kadang semangat ini berkarat, Tapi pesanmu, akan selalu kuingat Dariku, salam rindu untukmu Ayah. Ar. Untuk Sahabat, 19 Maret 2020

Ketika

Image
Sumber gambar:  Sepertinya di luar lebih damai KETIKA Oleh: Ahmad Ruslan Aku membayangkan, Sesuatu yang tak diiginkan Ketika dunia sudah tak aman Ketika kita asing dengan berteman Bertemu, bersua, dan bersalaman Berbagi cerita menjadi asing Kita hidup masing-masing Kita terjebak dalam ketakutan-ketakutan Buatan, Ketika sang Surya Berbicara sendirian Semua orang tak lagi merindukan Hadirnya kemayu rembulan Manusia memilih sendirian Berlomba-lomba membunuh keramaian Berisik menjadi musuh Sepi sunyi rajin mengasuh Ah kita membunuh ramai Diam-diam kita pun ditikam damai Usai, Ditengah kemungkinan yang mungkin Diantara tuduh yang tertadah Kita tak lagi menjadi manusia Kita sendiri, menyepi dan saling mencurigai Jauh dari tatap Kecurigaan menetap Diantara kita punah cinta Duniaku tiada Makna. @ korbanpemerintah Ruang Renungan, 18 Maret 2020

Doa dan Corona

Image
Fenomena Corona virus, iman kita tak kunjung serius? Serius meyakini bahwa tidak ada yang tidak mungkin bagi Allah. Allah pemilik segala Maha dan menjawab segala ketidakmungkinan, kita pun wajib yakin tanpa tapi. Dalam setiap kejadian Allah selalu menyisipkan dua pesan, pertama kebahagiaan, kedua ujian, yang keduanya tersirat hikmah kehidupan. Kebahagiaan direspon tidak ada yang lain kecuali syukur, sedangkan ujian kita sikapi dengan sabar dan hati yang besar. Yang tidak terkena virus tidak usah berlebihan dengan kesombongan, yang terkena pun mesti menyiapkan diri dan hati dengan sabar. Dunia memang dan hanya sesaat, tak baik jika kita habiskan waktu dengan bersedih yang berkepanjangan, apalagi kepanikan yang berlebihan. Ingat, karena kita berasal dari, tentu kita pun  pasti akan kembali. Semua pasti ada hikmahnya, baik untukku, untukmu, untuk mereka, juga untuk kita semuanya sesama warga bumi. Jika akal, fisik, dan segala upaya sudah dilakukan namun tak reda juga ujian, mari...

Maaf Lagi, Ulangi Lagi

Image
Sumber Gambar: Jamaah Mesjid Darul 'Ulum MAAF LAGI, ULANGI LAGI Aku meminta maaf, Lalu mengulanginya Aku meminta maaf, Lalu aku berbuat maksiat Aku meminta maaf, Lalu aku berbuat salah kembali Aku meminta maaf lagi, Lalu berbuat salah lagi Dan lagi Ya Allah, Jika Engkau tak menutup aibku Mungkin tak ada lagi yang mau berteman denganku Jika Engkau tak menutup aibku Mungkin aku akan dijauhi dan dianggap hina Jika engkau tak menutup aibku Mungkin ucapku pada manusia tak lebih dari sampah Jijik, tak berguna yang acuhkan begitu saja Jika Engkau tak menutup aibku Ya Allah, Engkau selalu memberi kesempatan Tak menurunkan ajab seketika Aku sedang asyik berbuat dosa Tak menurunkan ajab seketika Lisan ini menghina orang lain Tak menurunkan ajab seketika Aku dengan sengaja tak melaksanakan shalat Tak menurunkan ajab seketika Aku tanpa ragu berbuat maksiat Selalu, setiap saat Ya Allah, Engkau Maha Penyabar Selalu menungguku bertaubat Walaupun, pagi ...

Masihkah Kita?

Image
Sumber gambar: Titik MASIHKAH KITA Oleh: Ahmad Ruslan Jika besok turun kembali nabi Isa ke dunia Masih kah kita? Melanjutkan sekolah Melanjutkan kuliah Melanjutkan S2 Melanjutkan S3 Mengejar gelar doktor, profesor Menjadi orang besar dan tersohor Jika besok matahari terbit di barat Masihkah kita? Bekerja banting tulang hari ini Mengejar karir ini dan itu Menabung yang banyak untuk masa depan Investasi, mengumpulkan uang Membangun rumah mewah Mendirikan gedung-gedung tinggi Menjadi orang terkaya di bumi Jika besok turun Al Mahdi Masihkah kita? Menanam pohon untuk menyelamatkan dunia Mengurangi sampah plastik Menghemat bahan bakar Menghentikan penggunaan bahan-bahan kimia Yang berbahaya bagi umat manusia Jika dikemudian hari, Sudah ada jaminan masuk surga Masihkah kita Rajin sembahyang berjamaah, tepat waktu Beserta Sunnah Rawatib, tahajud dan duha Shodaqoh jariyah Berpuasa Senin-kamis Menunaikan ibadah haji Sering silaturahmi Menolong orang...

Iman

Image
Sumber gambar: Karpet Darul 'Ulum IMAN Oleh: Ahmad Ruslan Hei malam, Aku tak tidur semalaman Namun, jarakku dengan sejadah tetap berjauhan Padahal itu kode dari Tuhan Aku lebih memilih merangkum malam Tanpa makna, Tanpa bersentuh dengan Kalam Hei malam, Imanku yang malang Malam yang lain, Tidurku lebih cepat Sengaja ku bertengkar dengan malam Waktu itu, Di sepertiga malam, ada sapaan Tuhan Lewat riuh nyamuk, juga urusan toilet Aku kebelet, dan haus saat itu Air keran itu memanggil Memintaku ambil wudhu darinya Walaupun kulitku sedikit menggigil Tetap saja, aku pura-pura Tak sadar, tak mau sadar Pura-pura tidak tahu Tidak mau tahu Tuhan, imanku membeku Padahal, Syair-syair illahi menjadi favorit lagu pagi Ceramah ustadz YouTube menjadi melodi hari Tapi imanku masih dini Tak mau naik kelas Masih bertengkar dengan ikhlas Membodohi Tuhan dengan rayuan Menyalahkan Tuhan dengan harap pemakluman Aku memang...

Itu Dulu Cukup

ISTIRAHAT Oleh: Ahmad Ruslan _____________________ Sudah lama penaku tak bekerja Kali ini, Biarkan jemari onlineku berpuasa Bukan tak ada bahasan Bukan tak ada perasaan Bukan tak ada renungan Bukan tak ada keresahan Aku hanya mengistirahatkan Kata-kata Sesekali aku yang menikmati Makian mereka pada ribuan cerita Sesekali aku menikmati Cibiran mereka pada realita Sesekali aku menikmati Keluhan mereka pada dunia Untuk sekarang, Biarkan dulu nuraniku mendengar Biarkan dulu telingaku memaknai Biarkan mataku terlelap lenyap Itu dulu cukup. ________________________ @ korbanpemerintah Depan Pintu 3x1 Meter, 16 Desember 2019

Pribadi Baik yang Hebat

Image
Sumber Gambar : Keikhlasan Mentari BAIK DAN HEBAT Oleh: Ahmad Ruslan Sesekali, Dalam waktu dan tempat tertentu, Kadang orang lain tidak penting lagi menanyakan, Apa agamamu? Taat ibadah tidak? Berasal dari suku apa? Apa pekerjaanmu? Berapa pendapatanmu perbulan? Bagaimana nasab keluargamu? Dari kalangan terpandang bukan? Dari organisasi mana kamu dibentuk? Islami tidak? Pertanyaan yang nampak penting, Tapi tidak penting Mereka hanya peduli bahwa Apa pedulimu? Apa yang bisa kamu bantu? Apa kehadiranmu diharapkan? Apa sosokmu menyejukkan? Apa pribadimu menggembirakan? Apa harta, tenaga, dan pikiranmu meringankan beban? Sesekali, Dalam tempat dan waktu tertentu Orang lain kadang tak memandang Kamu orang baik bukan? Murah senyum tidak? Rajin ke Mesjid tidak? Rajin ke Gereja tidak? Rajin ke Wihara tidak? Rajin ke Kuil tidak? Rajin ke tempat suci lainnya tidak? Pertanyaan yang nampak baik, Tapi tidak baik Orang baik banyak dan Mungkin sangat ba...

Pohon

AKU IRI Oleh: Ahmad Ruslan Aku iri pada pucuk itu Yang didukung untuk terus berjaya Aku iri pada batang itu Yang suka cita menopang rimbunnya daun Aku iri pada daun itu Yang rela hati meneduhkan Aku iri pada buah itu Yang suka rela memberi kesegaran Aku iri pada akar itu Yang ikhlas, tanpa pamrih dan menghidupi @ korbanpemerintah Pojokan, 25 November 2019

Maha Terbatas

Image
Sumber Gambar: Muslimah News KITA MAHA TERBATAS Oleh: Ahmad Ruslan Dia Maha Pengampun Sengaja, Ku rutinkan dosa karena itu Dia Maha Tahu Sengaja, Ku memelas saat setiap keliru Dia Maha Penyayang Sengaja, Ku sakiti semua orang tanpa kepalang Dia Maha Penolong Sengaja, Ku bengkokkan langkah kesegala arah Dia Maha Penerima Taubat Sengaja dan seringkali, Kubujuk Dia setelah ku rutin maksiat Inilah Aku, Yang suka perdaya Dia. Akulah yang Maha Paling Paling pintar, Paling rajin, Paling Soleh, Paling Soleha, Paling ganteng, Paling cantik, Paling bijaksana, Paling berjasa, Paling bekerja keras, Paling berwenang, Paling sabar, Paling Ikhlas, Paling Tawadhu, Paling rendah hati, Paling suci, Paling segala hal. Yang lain tidak, Tidak tahu apa-apa, Tidak mengerti apa-apa, Yang lain salah. Jadi, selain Tuhan, Akulah orang yang Maha Benar Kedua. Sedikit teringat cerita Iblis. Yang diusir Tuhan dari Surga, Iblis itu cerdas, Iblis juga sangat Tau...

Pelantikan: Selamat

Image
Sumber Gambar: Pelantikan Presiden 2019/2014. SELAMAT, SEMOGA SELAMAT, DAN DAPAT MENYELAMATKAN Oleh: Ahmad Ruslan Hari ini tepatnya Beberapa jam yang lalu, Presidenmu dilantik Iya-iya Presiden kita Dilantik. Selain kutukan dan sumpah serapah Selain caci dan maki Seimbangi juga dengan doa Seimbangi pula dengan harapan dan asa Banyak hal tentang hidup Selain perkara Presiden Yang dilantik, Selain perkara rakyat Yang melarat, Selain elite-elite berbaju sutra Yang riya', Selain tukang ikan yang berbaris Bau amis Semua kepahitan juga yang manis-manis Hidup bukan hanya itu Sekali lagi bukan hanya perkara itu Dalam hidup, Derita pun butuh tawa Juga bahagia perlu bumbu tangis didalamnya Seperti doaku Seperti harapmu Untuk bangsa ini Juga untuk negara ini Untuk pemimpin juga kita-kita Untuk Presiden baru Yang dilantik, Kami ucapkan selamat Semoga Andapun selamat Tak cukup itu Semoga, Kau pun mampu selamatkan Ribuan bahkan jutaan umat Mari bujuk ...

Subuh Tadi

Image
Sumber Gambar: bukan Matahari SUBUH Oleh: Ahmad Ruslan Subuh tadi, Kulihat hamba-Mu berbondong-bondong Ke rumah-Mu, tanpa didorong-dorong Mereka bangun oleh sadar Dengar segar, Mukanya cerah berbinar-binar Memancar Tanpa alasan duniawi Bukan juga nafsu ragawi Aku cemburu pada ikhlas Mereka, Hati suci tak berbekas Mereka, Rela tanpa berat Ringan kaki, terangkat Tanpa bantah, Itu bukti ruh yang sehat Dalam sunyinya kekhusyukan Mereka meneteskan air mata Bukan duka, Tapi itu cinta Bukan sengsara nestapa Tapi itu bahagia Aku laki-laki pencemburu Pada pemilik iman yang terus menggebu Tanpa gerutu, Sayang mereka beradu Bertemu, dengan-Mu Aku malu, Tersipu sudah muka hati Dosa yang berjuta Bahkan tak terungkap oleh angka Juga tak terakumulasi data-data Menimbun, menggunung Mengumpul, seperti lautan Tak terbatas, seperti semesta Dosa hamba Aku Si Ahli maksiat Makhluk hina bergelar bangsat Pemilik iman yang berkarat Namun, Aku dalam tak ...

Menepilah

Image
Jika lelah, istirahatlah untuk sementara tidak apa. Perlu sesekali kamu egois dan hanya perlu menyendiri dan memikirkan diri sendiri, itu tidak masalah. Karena kamu juga perlu energi untuk membagi waktu dan berbagi semangat untuk esok dan beberapa kesempatan yang lain. Bila perlu menangis, menangislah. Adukan semua pada Tuhan, jika tak kuat bertahan, Dia yg akan menguatkan. Bismillah pasti ada jalan🤗 @ korbanpemerintah Pasar Rebo, 08 Oktober 2019.

Doa Malam

Image
Sumber Gambar: Cahaya DOA MALAM Oleh: Ahmad Ruslan Pada malamku yang sunyi Izinkan kali ini aku bersembunyi Bisikku pada angin, Kuceritakan semua betapa payahnya aku Sekali dan berkali-kali Mentalku tak urung unjuk diri Ciut, terkoyak, terombak, tak menepi Masih saja ku, dikalah sepi Pada malam yang tak ada kamu Maafkan, tak ada maksud menghilangkan Cerita itu, tak kumenangkan Imajinasiku, tentangmu bukan tanpa angan Untuk saat ini, Aku hanya malu tuk berharap Ku sampaikan saja namamu pada Tuhan Lewat doa, mengalir tak bertuan Perlahan dan pelan-pelan @ korbanpemerintah Pasar Rebo, 05 Oktober 2019

Karpet Belakang

Image
Sumber Gambar: Karpet belakang Masjid Darul 'Ulum KARPET BELAKANG Oleh: Ahmad Ruslan Iya memang, kita sama ditempat suci Iya memang, hari-hariku pun di rumah Tuhan Namun, Nasibku sering diinjak-injak Hanya jadi bantalan Pagi, siang, sore, malam Tak absen, aku lihat para hamba Bergantian memasuki rumah Tuhan Sembahyang, itikaf, dan cukup lama bertahan Tuhan, Sesekali akupun ingin sama Sama fungsi dengan mereka Mereka yang elit, dan dekat denganMu Hari-harinya bersama hamba terbaikMu Namun, Ketika ini jadi takdirMu, Bisa apa aku Ketika ini menjadi ketetapanMu Tak mungkin ada bantah dariku Kadang aku iri pada mereka Berada di garis depan Dekat dengan sang Pencipta Alam semesta, Juga tempat makhluk terbaik bersujud di sana Kadang-kadang, aku menyesal Juga kesal, Jika hanya dijadikan keset Tempat bercanda anak-anak Sebatas tempat tidur Jauh dari ahli dzikir Seringnya tak berarti tanpa akhir Namun, Dalam renungan aku pun tersadar Tak ada maksu...

Dibakar

Image
Sumber Gambar: Suasana Warga Jambi DIBAKAR Oleh: Ahmad Ruslan  Biasanya, Pagiku berkabut Segarnya udara menjadi selimut Biasanya, Siangku disambut birunya langit Keindahan yang tak pernah pamit Biasanya, Malamku syahdu Kesucian tarian alam beradu Biasanya. Sekarang, Pagiku berkabung Segarnya udara terpasung Sekarang, Siangku menjerit Keindahan yang biasanya ada, tak lagi terbesit Sekarang, Malamku nampak buram Kelam, suram, tarian api mencekam Sekarang. Sejujurnya, Aku tak mengerti Nalarku berjajak tak temu arti Apa maksud mereka lakukan ini Ulahnya terjadwal, berujung menyakiti Seketika nurani kau kebiri Sekali lagi, tak sedikitpun kupahami Katanya, ini murni musibah Segeralah, perbanyaklah Tuhan kau sembah Ujarnya, Ah sialan kau, bedebah !! Jangan kira kami payah Menafsirkan hinanya setiap ulah Lagi-lagi, Tak berhenti mereka berkelakar Setiap bait kata kumengerti pun sukar Katanya, Perbanyaklah kesabaran Tabahlah kau kedepankan Ka...