Posts

Apakah Sah Islamku?

Image
Sumber Gambar: Muslim Obsession ....... Ustadz, apakah Sah syahadatku? Jika aku jarang mengingat-Nya Bukan aku tak mau, Karena lapar, ingatanku hanya seputar perut Nanti bisa makan atau tidak? Itu tergerak cepat terucap dalam lisan Masih berapa lama bertahan? Itu yang menjadi kesaksian harian Ustadz, apakah Sah Islamku? Kyai, apakah Sah shalatku? Jika aku tak sholat berjamaah, Di rumah maupun di mesjid Bukan aku tak mau, Memang aku tak punya rumah Dan tak boleh ke mesjid Karena pakaianku kotor, itupun cuma satu Tak ada yang menerimaku, Masuk mesjid, apalagi berjamaah Kyai, apakah Sah Islamku? Syekh, apakah Sah zakatku? Selama hidupku Aku tak pernah memberi sedekah, Tak pernah infaq, apalagi  zakat Bukan maksudku pelit Tapi tak ada harta yang ku punya Tak ada uang sepeser pun yang ku miliki Aku bisa makan dan minum Hanya karena dikasihani Syekh, apakah Sah Islamku? Habib, apakah Sah puasaku? Jika aku tak sahur Jika aku tak berbuka Bukan aku ...

Mudah - Mudahan

Image
Sumber gambar: Dunia Kucing Di hari keenam Berharap, Puasaku harus naik kelas Merangkak membaik keatas Mudah - mudahan Ketenangan mulai tiba Bendungan nafsu mulai terjaga Terjaga dari bahaya lisan Curangnya janji Busuknya hati Malasnya raga Sesatnya pikir Puasa diharap menjadi penolong Penolong dari mudhorot Penolong dari dosa-dosa Dosa-dosa karena bohong Karena jahatnya jari jemari Yang tak sadar menyakiti Melukai setiap hati Mudah mudahan Kita kembali Kembali pada jalan yang benar Juga suci Agar selamat jiwa juga diri Kini dan nanti Mudah - mudahan @ korbanpemerintah Hari Keenam, 29 April 2020

Puasa Puisi

Image
Puasa puisi Puisi saat puasa Puasa dengan puisi Isinya penuh ibadah Bibirnya berdzikir, basah Hatinya syahdu iman Prilakunya indah cerminan Majas-majas ketaqwaan Menjadi hiasan Perumpamaan kebaikan Menjadi makanan Diksi-diksi suci Senantiasa iringi Hari-hari kerinduan Pelukan dalam keharibaan Sedekah senyuman Berbagi kebahagiaan Saling mengingatkan Saling memuliakan Agar bahagia hidup Berkah raga dunia Akhirat menunggu, rindu Hadir kita, beradu temu Menyatu. @ korbanpemerintah Hari Kelima, 28 April 2020

Apa kabar Puasa?

Image
Sumber gambar: Republika.com Hari keempat Apa kabar, Kabar puasaku? Kabar puasamu? Kabar puasa kita semua Jangan-jangan, Subuhnya masih sama Dzuhurnya masih sama Asharnya masih sama Magribnya masih sama Isyanya masih sama Pun terawih dan witirnya Tak ada yang berbeda Bagaimana dengan dzikir, Infaq, sodaqoh, Juga tadarus? Masih sama. Tak ada yang berbeda Jangan-jangan. Jangan berputus asa Mari kita tingkatkan kualitas puasa Kita dengan suka cita, Demi menuju ridho-Nya @ korbanpemerintah Hari Keempat, 27 April 2020

Kalau Aku Puasa

Image
Sumber gambar: Kumparan.com ....…... Kalau aku Dalam berpuasa Yang paling dirindu  Adalah reuni bersama sahabat lama Beradu temu, menumpuk wacana Kalau aku Dalam berpuasa Yang paling dinanti Adalah ngabuburit  Membuang waktu, menggulung hari Kalau aku Yang paling diharap Dalam berpuasa Adalah bercumbu bantal Diatas kasur menggumpal Tak beranjak, Dari pagi sampai ashar Kalau aku Yang paling di damba Dalam berpuasa Adalah menanti saat berbuka Balas dendam atas lelah  Jua segala haus dan lapar dahaga Yang dari pagi ku rasa Puasaku masih minim makna Penuh semangat fana Menikmati yang tidak berarti Bagaimana dengan puasa mu? Apakah seperti aku? Atau lebih dari aku? Lebih baik, Semoga. @ korbanpemerintah Hari Ketiga, 26 April 2020

Puasaku Masih Sama

Image
Sumber Gambar: Medium.com Di hari kedua berpuasa Kualitas imanku masih sama Kadar ibadah ku tak berbeda Masih hambar Gersang, tak bernyawa Di hari kedua berpuasa Taddarus ku belum berjarak Maknanya pun tak beranjak Apalagi menembus makna-makna Mengepul hikmah-hikmah hidup Tak kudapat Tak ada Di hari kedua berpuasa Sodaqoh ku masih sedikit Masih sempit Ikhlasku sangat irit Cendrung pelit Di hari kedua berpuasa Dzikir ku libur Niatnya kebanyakan tidur Semangatnya pun kabur kosakata kebaikan ku kendur Melebur, mabur Di hari kedua berpuasa Rasanya masih sama Aku belum meraih rasa Nikmatnya berpuasa Puasaku masih ritual Sekedar menahan haus dan lapar Hingga tiba waktunya batal Seperti tak ada nilai Nampaknya pemaknaan ku gagal Di hari kedua berpuasa Semoga masih terselip asa Hingga waktunya tiba Menjemput Rahmat - Nya @ korbanpemerintah Hari Kedua, 25 April 2020

Puasa adalah Mengosongkan

Image
Sumber Gambar: Merdeka.com Siapa yang bisa membendung Kebuasan mata lelaki Siapa yang bisa menahan Perempuan bersolek dandan Siapa yang bisa menahan Hati mengundang iri dengki Siapa yang bisa menekan Berdustanya lisan Tak ada, Tak mungkin ada Kecuali iman Puasa adalah kosong Mengosongkan Hasrat ketamakan Puasa adalah kubur Mengubur Nafsu kebinatangan Puasa adalah jarak Memberi jarak Untuk segala Angkara murka Puasa adalah sanggup Kesanggupan Meniadakan kemauan setan Bersuci menyucikan Segala penyakit hati Membersihkan kotor Segala kotoran jiwa Dengan iman Dengan cinta Dengan taqwa Sepenuh upaya Untuk menuju ridho-Nya @ korbanpemerintah Hari Pertama, 24 April 2020

Berdamai dengan Keadaan

Image
Sumber: niu.edu Pengangguran bertambah 5.2 juta orang Jutaan orang di PHK Keluarga mengurung diri Anak istri membatasi konsumsi Mengurangi uang jajan Pelan pekan semua kelaparan Lalu apa yang harus dilakukan? Diam dan menunggu bantuan? Atau pasrah dengan takdir Tuhan Akhirnya kita dipaksa berubah Mau tidak mau kita tak boleh menyerah Kuat dan saling menguatkan Bantu dan saling membantu Pemerintah, juga masyarakat semua Mari bersama-sama satu padu Bergotong royong Melewati dan mengatasi ini Badai pasti berlalu Perahu akan tiba saatnya menepi Kita berhak menikmati senja hari Bersama orang yang terkasihi @ korbanpemerintah Di Rumah Aja, 16 April 2020

Kita dan Waktu

Image
Sumber: Pura-Pura ........ Kepada Si Bengis waktu Yang mengukir dan mengubur kenangan Semaunya, Dengan mudah tanpa susah Memberikan jarak keterlaluan Seenaknya, Waktu itu dalam perundingan masa Menilik tujuan perjalanan kawan-kawan Perlahan, menuju puncak harapan Menepi disana, menuntaskan lelah Menebus tumpukan harap bersamaan Lalu turun kembali ke peraduan Ada yang menemukan tawa dalam setiap laju Ada yang menghadirkan tangis, saat emosi meringis Ah cerita lama, selalu tertebak alurnya Kepada Si Tega waktu Dengan seenaknya pertemukan lalu pisahkan Manusia hanyalah korban keangkuhan waktu Mengepul harap, menumbuk angan Memperjumpai lara dengan perpisahan Kemudian kita sama-sama merawat rindu Dengan penuh cemas berlebihan Seringnya terlupa dan sengaja melupakan Kini kita si pemilik kata "Pada waktu itu" Yang memiliki sedikit bijaksana Banyak ceroboh, pendirian roboh Kita, yang ahli dalam cengeng Sedikit luka, kecewa, lalu menangis Membu...

Doa' Angin

Image
Sumber: steemit.com .... Selamat pagi damai Ditengah gemuruh luap hati Dipinggiran nyaring suara alam Doaku balapan dengan laju embun Harapmu berbenturan dengan cahaya bulan Aku yang dari kemarin kepayahan Menguat perlahan memungut butiran Harapan, Aku yang mencoba berteman baik dengan lusa Menjaga harmoni agar terjauh dari putus beriring Asa. Atas segala kelemahan Atas segala ketakberdayaan Pada langit aku mengiba Semoga. @ korbanpemerintah Legokkotok, 11 April 2020

Kita dan Topeng Masing-Masing

Image
Topeng Senyum KITA DAN TOPENG Oleh:  Ahmad Ruslan Hidupku dalam sandiwara Pun hidupmu juga mereka Bertindak malaikat padahal berhati iblis Menjadi berani padahal pengecut Menjadi sangat sopan padahal bajingan Menjadi sangat lembut padahal kasar Terlihat ramah padahal marah-marah Sangat agamis padahal berakhlak amis Seperti mengajak padahal mengejek Seolah ikhlas padahal berat jiwa Seolah sabar padahal hati hambar Seolah bersyukur padahal kuffur Ya kita sedang bersandiwara Di depan mereka orang-orang Bahkan dihadapan Tuhan Kita berpura-pura Pura-pura menyesal, lalu meminta Maaf, menuntut doa’ Dikabulkan, lalu durhaka Lagi, terus berulang-ulang Aku sangat akrab dengan sandiwara Sandiwara adalah aku Aku adalah sandiwara Menipu banyak orang Menyakiti mereka dengan dengki hati Mengutuk rasa penghormatan Mencerai berai persahabatan Memutuskan ikatan kekeluargaan Ya, jika mereka tahu Jika suara hati dapat terdengar Untunglah, aku pandai bersandiwar...

Seimbang

Image
... Kudapati, akhir-akhir ini Tuhan Lebih sering memandikan bumi Apa iya, karena bumi terlalu lama kotor dan bau Seperti kotornya aku, kamu, dan kita Juga mereka si penghuni Atau mungkin, bumi sedang lanjut usia Menua, mendekati tutup usia Banyak pertanda yang Tuhan bisikkan Melalui para malaikat usil Membuat erangan cengeng alam Banjir, gempa, gunung meletus, longsor Kebakaran hutan, tsunami, juga Pandemi Bumi menjadi pesakitan Kita yang pura-pura tidak tahu Meng-iyakan dengan tidak mau tahu Kita butuh Tuhan Tapi cinta-Nya kita acuhkan Kita yang perlu Tuhan Tapi kewajiban sering ditinggalkan Ada dari kita Yang rajin beribadah, tapi lupa tetangga yang susah Ada dari kita Yang tak pernah telat sholat, tapi enggan membayar zakat Ada dari kita Yang berjibaku untuk kemanusiaan Tapi lupa cara menghamba Ada pula dari kita Yang senang berbuat baik terhadap sesama Tapi tak pernah jadikan Tuhan sebagai pusat doa Ya aku juga bagian dari kita Tak ada maksud l...

Bunga Lamunan

Image
Sumber: Greeners.co Enak saja. Bukan tanpa alasan aku memilih mu, menjadikan bunga dipinggir telaga rasa. Kucoba bermula pada awalnya. Tak terbesit sedikitpun aku pada perjumpaan itu. Aku yang selalu sengaja kaku dan berlagak sok angkuh. Perhatian ku selingkuh terbagi-bagi. Menugas dan terperangkap padamu. Kamu si bunga kecil yang tak berbau, sialan warna senyummu membuatku mabuk. Terkantuk-kantuk tak pernah bangun dalam ingatan, atau sekedar pamit menjeda diri. Tak ada niat berlebihan waktu itu yang terlontarkan. Hanya saja ada semacam petunjuk, membisik hati juga pikiran. Aku harus me-reka ulang, keaslian senyuman. Apakah ada semacam sihir dalam barisan gigimu yang tak terlalu rapi itu. Apakah ada semacam ramuan yang tercecer diantara katup bibirmu yang menggenang ingatan. Apakah ada mantra-mantra pada lengkuk pipimu yang menawan perasaan. Ahh kamu, nanti lagi laguku lanjutkan. Sekarang aku ingin mencari kesibukan, supaya tak terjebak semerbakmu dalam lamunan. Alasan, 26 ...

Dalam Cerita Ini

Image
Terkhusus urusan hujan dalam peraduan Aku hanya tetesan gerimis yang sendirian, Tak terpandang, Dibalik jendela yang sedikit basah, Resah, dan mudah hilang Dalam cerita yang lain, Aku bisa jadi Hero apapun, kapanpun Seenak jidat, hebat Tapi dalam hal ini aku hanya pecundang, Yang lemah dan malang   Dal am Cerita Ini, 26 Maret 2020

Cerita Daun dan Angin

Image
 "....daun, sebenarnya banyak do'a yang ingin angin panjatkan, yang pasti mudah-mudahan terijabah oleh Sang Pemilik Alam, termasuk semua do'a batang, dahan, cabang, ranting, juga bunga-bunga disekelilingmu dan lantunan merdu jauh darimu yang turut mendo'akan. Untuk kita, semoga apapun itu nantinya, merupakan jalan yang terbaik, terkhusus untukmu. Kamu yang terjatuh, atau aku yang tak sejuk lagi nantinya. Atau  seperti mimpi kita, bersama memberi warna dan kesejukan pada alam." Barokalloh Selamat bertambah usia, tetap lucu, lugu, dan bijaksana. ☺🤗 Cerita Angin, 24 Maret 2020

Lalu Tiada

LALU TIADA Oleh: Ahmad Ruslan Seperti sirkulasi kehidupan Benih, yang berakar Hidup tumbuh, berbatang Bercabang, berdaun Berbunga, berbuah Berguguran, lapuk Tua, binasa Lalu tiada Yang bermula akan sirna Yang berawal akan berakhir Tumbuhan, hewan, manusia Bahkan alam semesta Seperti kita yang bermula Dari alam rahim, menuju alam lahir Menjadi bayi, anak-anak, kemudian remaja Lalu dewasa, menghampiri tua Kemudian bertemu akhir masa Musnah, sirna Lalu tiada Sewaktu muda gagah,  Dengan pakaian megah Kulit kencang, indah dipandang Senyum manis, berlapis-lapis Namun, ketika tua tiba Badan meronta renta Kulit menjadi keriput, surut Gigi satu persatu pamit, permisi Hilang masa muda, terkikis usia Lalu tiada Namun, Hidup tak hanya sekali Masih ada hidup setelah hidup Hidup yang sekarang hidup yang ada akhir Setelahnya, Ada hidup yang abadi, tanpa henti Tanpa mati, Maka, dalam hidup yang pertama Berbuat baiklah Kapanpun, dimanapun Dan kepad...

Doa untuk Ayah

Image
   AYAH Dia adalah mentari, Ditengah redupnya hari, Dia adalah rembulan, Ditengah pekatnya kegelapan, Dia tak ada duanya, Juga tak ada lainnya di dunia, Kini dia ada disana, Ditempat yang hanya mampu tersentuh doa Tapi dia belum tiada, Tetap dan menetap dalam dada, Ayah, Dalam mimpi nanti, Ku ingin kita bersua, Bercanda, dan berbagi cerita, Ayah, Bisakah kau lihat anakmu ini? Kini aku mulai belajar mandiri Mengarungi hidup dan harap sendiri Seperti yang kau ajarkan dulu, Aku mesti kuat dan hebat Walaupun kadang semangat ini berkarat, Tapi pesanmu, akan selalu kuingat Dariku, salam rindu untukmu Ayah. Ar. Untuk Sahabat, 19 Maret 2020

Ketika

Image
Sumber gambar:  Sepertinya di luar lebih damai KETIKA Oleh: Ahmad Ruslan Aku membayangkan, Sesuatu yang tak diiginkan Ketika dunia sudah tak aman Ketika kita asing dengan berteman Bertemu, bersua, dan bersalaman Berbagi cerita menjadi asing Kita hidup masing-masing Kita terjebak dalam ketakutan-ketakutan Buatan, Ketika sang Surya Berbicara sendirian Semua orang tak lagi merindukan Hadirnya kemayu rembulan Manusia memilih sendirian Berlomba-lomba membunuh keramaian Berisik menjadi musuh Sepi sunyi rajin mengasuh Ah kita membunuh ramai Diam-diam kita pun ditikam damai Usai, Ditengah kemungkinan yang mungkin Diantara tuduh yang tertadah Kita tak lagi menjadi manusia Kita sendiri, menyepi dan saling mencurigai Jauh dari tatap Kecurigaan menetap Diantara kita punah cinta Duniaku tiada Makna. @ korbanpemerintah Ruang Renungan, 18 Maret 2020

Doa dan Corona

Image
Fenomena Corona virus, iman kita tak kunjung serius? Serius meyakini bahwa tidak ada yang tidak mungkin bagi Allah. Allah pemilik segala Maha dan menjawab segala ketidakmungkinan, kita pun wajib yakin tanpa tapi. Dalam setiap kejadian Allah selalu menyisipkan dua pesan, pertama kebahagiaan, kedua ujian, yang keduanya tersirat hikmah kehidupan. Kebahagiaan direspon tidak ada yang lain kecuali syukur, sedangkan ujian kita sikapi dengan sabar dan hati yang besar. Yang tidak terkena virus tidak usah berlebihan dengan kesombongan, yang terkena pun mesti menyiapkan diri dan hati dengan sabar. Dunia memang dan hanya sesaat, tak baik jika kita habiskan waktu dengan bersedih yang berkepanjangan, apalagi kepanikan yang berlebihan. Ingat, karena kita berasal dari, tentu kita pun  pasti akan kembali. Semua pasti ada hikmahnya, baik untukku, untukmu, untuk mereka, juga untuk kita semuanya sesama warga bumi. Jika akal, fisik, dan segala upaya sudah dilakukan namun tak reda juga ujian, mari...

Maaf Lagi, Ulangi Lagi

Image
Sumber Gambar: Jamaah Mesjid Darul 'Ulum MAAF LAGI, ULANGI LAGI Aku meminta maaf, Lalu mengulanginya Aku meminta maaf, Lalu aku berbuat maksiat Aku meminta maaf, Lalu aku berbuat salah kembali Aku meminta maaf lagi, Lalu berbuat salah lagi Dan lagi Ya Allah, Jika Engkau tak menutup aibku Mungkin tak ada lagi yang mau berteman denganku Jika Engkau tak menutup aibku Mungkin aku akan dijauhi dan dianggap hina Jika engkau tak menutup aibku Mungkin ucapku pada manusia tak lebih dari sampah Jijik, tak berguna yang acuhkan begitu saja Jika Engkau tak menutup aibku Ya Allah, Engkau selalu memberi kesempatan Tak menurunkan ajab seketika Aku sedang asyik berbuat dosa Tak menurunkan ajab seketika Lisan ini menghina orang lain Tak menurunkan ajab seketika Aku dengan sengaja tak melaksanakan shalat Tak menurunkan ajab seketika Aku tanpa ragu berbuat maksiat Selalu, setiap saat Ya Allah, Engkau Maha Penyabar Selalu menungguku bertaubat Walaupun, pagi ...