Senyuman Alam


Hujan Padi
Oleh: Ahmad Ruslan

Doaku pagi ini
Padamu Tuhan
Ku berharap besok tak turunkan hujan
Air,
Sesekali turunkan hujan padi
Akan ku cium wewangiannya
Ku puja kehadirannya
Karena kuyakin
Seluruh manusia bisa makan
Semoga bisa membantai lapar
Setelahnya,
Namun doaku tak mungkin manjur
Ibadah dan akhlak ku ancur
Biar ku minta para habib dan kyai
Memintakannya pada pengabul doa
Jika terkabul,
Pasti kucium bulak-balik tangannya
Kupeluk,
Jika mereka berkenan

Karena pintaku cuma itu
Ingin saudara-saudaraku bisa makan
Pagi, siang, dan malam
Tidak habis waktunya
Untuk bertanya, nanti bisa makan tidak?
Biarkan mereka khusyuk beribadah
Berteman dan berbagi senyuman
Sebagai hamba, sebagai manusia
Yang selama ini,
Mengisi hari-hari dengan deretan dosa
Begitu pun dengan diriku
Si Pecundang malang

Karenanya,
Ku ingin melukis hari dengan cinta
Agar pelangi tak bekerja sendirian
Agar kegundahan hilang tanpa alasan
Biarkan daun-daun menari di angin
Dengan warna coklat tua
Yang muda melambai senyum
Dipangkal batang, tanpa perpisahan
Si pucuk tersenyum dari kejauhan
Indah bukan?
Hei manusia, jangan jadi sampah !
Kata alam..
Jadilah pelukis yang berhati damai
Menyemai ketenangan
Berbaur dengan alam
Ikhlas, menebar kebaikan


@korbanpemerintah
Dapur Kayu, 14 Februari 2019

Comments

  1. tidak ada tangan diatas dan tidak ada tangan dibawah. Tapi, kita semua harus saling berpegangan tangan untuk hidup sejahtera.
    Siapa yg bisa merubah?
    Bisakah?
    Yasudahlah
    Semoga saja

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Untuk Hafish Adli Irsyad

Bingkisan Kecil untuk Kartini

Tak Mudah Menjadi Dewasa

PUISI UNTUK IBU INDONESIA

Ucapan Selamat dari IMMawan

Ibu Kita, Tak Lagi Ibukota

Apa itu Titik Ba?

Atau Apa?

Definisi Cinta

Seberapa Siap Kita Berbeda?