Ketika Sains Sudah tidak Penting Lagi
SAINS
Oleh: Ahmad Ruslan
Aku kelaparan, juga kehausan
Tak ada yang bisa
dimakan, juga diminum
Tak ada lagi
Terpaksa ku minum
racun
Agar dahagaku
terobati
Walaupun setelahnya
mungkin mati
Iya ku pilih itu,
Karena aku kelaparan
dan kehausan
Ilmu..
Itu ku pilih,
daripada mati tanpa ilmu
Kedepan,
Sepuluh atau seratus milyar
tahun ke depan
Kemajuan zaman
menjadi keniscayaan
Hidup dipenuhi
kemudahan
Atau sebaliknya,
hilangnya tugas-tugas kemanusiaan
Kita harus bergegas
juga bergerak,
Secepatnya..
Kadang aku berpikir
Apa untungnya hidup
cerdas?
Apa baiknya kita
serba tahu?
Apa pentingnya ke
bulan, pindah ke Mars?
Apa iya dunia tak
sanggup menopang
Manusia, atau bumi
sudah rusak dan tak layak
Apa ini hanya perkara
gengsi
Negara balapan, para raksasa
Juga negara kurcaci,
berkembang
Gaya - gayaan ke
bulan
Ke ujung angkasa, untuk
ke "Akuan"
Kehebatan kelompoknya,
negaranya
Dan seterusnya
Tentang kemajuan
Bagaimana nasib
budaya?
Dengan hadirnya sains
Cara berpikir ilmiah,
rasional
Kebenaran, katanya
Seni, ketenangan
Kadang tidak perlu
kenyataan
Yang merisaukan, kebahagiaan
Juga tertunda
Atau terganggu
Jadi, masih perlukah
sains?
Seringnya, yang ada
Pesimis akan masa
depan
Hari-hari penuh
ketakutan
Bumi tabrakan, tata
surya acak-acakan
Sahabat ku yang cerdas,
Kadangkala
ketidaktahuan justru diuntungkan
Menciptakan ketenangan
Karena berkurangnya
beban
Pikiran,
Empat titik nol, lima titik nol
Enam ribu titik nol sekalipun, dan seterusnya
Apa pentingnya itu bagi kami?
Yang ingin menikmati kebodohan
Yang ingin tetap terbahak-bahak
Menertawakan kemiskinan sendiri
Tanpa kemungkinan jengah digurui
oleh kaum-kaum yang katanya cerdas, juga sok suci
Kami ingin tetap seperti ini
Tolong jangan kau campuri
Empat titik nol, lima titik nol
Enam ribu titik nol sekalipun, dan seterusnya
Apa pentingnya itu bagi kami?
Yang ingin menikmati kebodohan
Yang ingin tetap terbahak-bahak
Menertawakan kemiskinan sendiri
Tanpa kemungkinan jengah digurui
oleh kaum-kaum yang katanya cerdas, juga sok suci
Kami ingin tetap seperti ini
Tolong jangan kau campuri
Maaf kalau pertanyaan, juga pernyataan ku ini
Aneh-aneh, nyeleneh.
Utan Kayu
Teater, 01 Februari 2019
@korbanpemerintah

Comments
Post a Comment