Wara' untuk tidak Sableng
WARA'
Oleh: Ahmad Ruslan
Adalah menghindari hal-hal syubhat
Karena takut terjerumus ke dalam hal-hal yang haram
Adalah meninggalkan apa-apa yang boleh
Untuk menghindarkan diri dari apa-apa yang tidak boleh
Adalah menahan diri dari berbuat
Sesuatu yang dampaknya makruh
Ada wara' orang awam
Adalah meninggalkan sesuatu yang syubhat
Hingga dia tak terjerumus dalam lumpur dosa
Ada wara' orang khawwash
Adalah meninggalkan apa-apa yang menggerogoti
Hati, dan membuatnya selalu dalam kekhawatiran
Dan kekacauan
Tinggalkanlah apa-apa yang meragukanmu
Menuju apa-apa yang tidak meragukanmu
Menolak segala ketergantungan kepada selain Allah
Menutup pintu harapan kepada sesuatu selain Dia
Keutamaan..
Adalah sikap yang menghimpun semua sifat yang sempurna
Ketika anak Ali dan Hasan Bashri
Berdialog..
Apakah tiang agama itu?
Ialah sifat wara'
Apakah penyakit agama itu?
Ialah sifat tamak
Hasanpun terkagum atas jawaban itu
Seberat satu biji dari wara'
Adalah lebih baik dari seribu biji
Dari puasa dan shalat
Ibnu Athailllah as-Sakandari berkata
Pemahaman seseorang bukan ditunjukkan
Oleh banyaknya ilmu pengetahuan
Bukan pula ketekunan wiridnya
Tapi ditunjukkan oleh cahaya pada dirinya
Pemahamannya adalah kekayaan dengan Tuhannya
Kecenderungan hatinya pada-Nya
Sikapnya yang tidak tamak
Dan kewara'annya
Dengan demikian wara'
Medium untuk meraih beragam karunia
Yang paling agung dari Tuhan
Hei kamu yang Budiman
Berusahalah untuk mengikuti jejak-jejak
Orang-orang yang memiliki cita
-cita mulia
Juga luhur..
Duduklah bersama mereka
Agar engkau dapat menyerupai mereka
Bait-bait buku "Hakekat Tasawuf"
Ruang Renungan, 15 Jan 2019
@korbanpemerintah

Comments
Post a Comment