Posts

Rene Descartes 3

Image
Sumber gambar: mychipmunk.com _____ Aku yang berpikir Keluasan, berteman dengan akal Lalu Tuhan Menemukan Tuhan dengan akal Ketika kita sadar pentingnya berpikir Dengan segala keterbatasannya Dengan segala ketidaksempurnaan Disitulah kepastian adanya yang Maha Disitulah titik kesempurnaan Itulah Tuhan Aku yang berpikir itu pasti Realitas juga pasti Pun dengan Tuhan Sang Pemilik Kepastian Itulah dasar substansi Tahap menuju tangga selanjutnya Manusia itu dua Pikiran dan tubuh Mental dan material Mekanis dan mind Jasmani dan rohani Itulah manusia dualisme Beda dengan hewan Beda dengan malaikat Pikiran mempengaruhi tubuh Pun sebaliknya Pesan Rene Descartes Jangan terlalu suka Jangan terlalu benci Jangan terlalu kagum Jangan terlalu semangat Jangan terlalu gembira Jangan terlalu sedih Itulah yang merusak Itulah yang membuat goncangan Itulah yang membuat lajumu terganggu Menuju etik, Pertimbangan adanya Tuhan Melihat kedudukanmu sebagai apa Seimbangkan jasmani dan rohani Lalu, Kebebasan Tet...

Rene Descartes 2

Image
Sumber gambar: faiz_izun _______ Meragukan dan mempertanyakan Itulah kunci pertama berfilsafat Apa yang terlihat, terdengar, terbesit dalam pikiran Ragukanlah, ujilah semuanya Itulah nyawa teori Descartes Semisal cerita apel dalam keranjang Ketika ada salah satu yang busuk Yang harus diproses secara panjang Kita perlu memastikan Kita perlu mengulang-ulang Tolak semua yang dianggap benar Uji semuanya Lalu ambil dan rawat yang benar Ragukan, ujilah Analisis dengan bengis Belah variabel dibedah Itulah cikal bakal Penelitian ilmiah yang tak dangkal Descartes mengolok-olok empiris Pengalaman mengandal Indra Apa yang dilihat Apa yang didengar Apa yang tercium Juga yang lain yang mudah keliru Dan kita tertipu Rasio lebih bisa dipercaya Lebih bisa diandalkan Apapun yang diterima Indra Penentu tetap pada akal Mengejar kebenaran Lagi-lagi ragukan sekuatmu Apapun itu.. Jangan manut, jangan manggut Kejar itu, temukan itu Kebenaran Ragukanlah semuanya Termasuk hidupku juga hidupmu Bagaimana kita me...

Rene Descartes 1

Image
Sumber gambar: Dictio Community _____ Rene Descartes Namanya tak asing dan sangat dekat Bapak filsafat modern Mendayungi langit-langit pemikiran Mengobrak tokoh berbenturan Ia mengenalkan sistem baru  Meruntuhkan Aristotelianisme Realisme Yang pernah mapan tanpa lawan Di Prancis Satu lima sembilan enam Ia lahir dari keluarga lawyer Ia pintar sejak kecil Sakit menggigit karena penyakit Ketika sekolah, Dia punya hak bangun siang Karena dia anak pintar kepalang Tanpa harus sekolah Tak mesti rajin tak susah payah Cita-citanya adalah tentara Berbeda jalan dengan sang bapak Ia ahli matematika dan fisika Ia pernah bermimpi Mimpi yang mengilhami Jelajah banyak negara untuk kebenaran Kebenaran yang berkeliaran Karya-karya besar pun bermunculan Ia meninggal karena radang paru-paru Karena kastil dingin Swedia ratu Lima Puluh Empat Tahun Coba renungkan, refleksikan Kepala kita kotor luarbiasa Apa saja masuk Penuh dengan informasi Penuh dengan berita-berita Yang tak tahu darimana, untuk apa Tak...

PADA

Pada langkah yang lelah Pada doa' yang kering Pada harap yang putus Pada mimpi-mimpi yang terhenti Pada syair-syair duka Pada nada-nada lara Kupastikan tak ada namamu Kau adalah rentetan melodi hari Sedangkan aku, Adalah gelap dipojok pertunjukanmu Ku andalkan keberpihakan hidup Semoga ini bukanlah ujung @ korbanpemerintah Matahari Jum'at, 12 Juni 2020

Cinta Fitri

Image
____ Pada momen ini Harapku banyak Semoga, Bersih Jernih Suci Kembali Pada mereka Pada dia Padamu Juga padaMu. @ korbanpemerintah Idh Fitri, 24 Mei 2020

Menutup Ramadhan dengan Mefaatkan

Image
Sumber: langit penutup ramadhan _______ Tak terasa esok hari raya tiba Artinya, ramadhan akan pamit meninggalkan kita Bulan yang suci Bulan yang penuh keberkahan Bulan yang penuh ampunan Bulan terbaik yang Allah berikan Sebentar lagi beranjak meninggalkan Ada yang maksimal manfaatkan ramadhan Ada yang sama seperti bulan yang lain Ada yang sengaja menyia-nyiakan Bulan keagungan, Bulan dibagikannya Rahmat untuk semesta alam Tiba esok hari raya Hari dimana terkumpulnya suka cita Hari dimana alam raya tersenyum Berseri, saling berbagi kebahagiaan Mampukah kita memaafkan? Karena kecewa Karena sakit hati Karena di dzolimi Karena dibohongi Karena dikhianati Karena dijelek-jelekkan Karena dibicarakan keburukan Karena perlakukan kasar Yang membuat hatimu luka Hingga batin kita tak terima Hingga kini, tak kunjung reda Memang benar, Memaafkan itu bukan perkara mudah Memang benar, Memaafkan jauh lebih sulit, Dibandingkan dengan meminta maaf Tapi ingat, M...

Menanti Kemenangan

Image
______ Merindu cahaya kemenangan Menunggumu pancaran kegembiraan Menanti hadirnya tanda keberkahan Tapi sayang tak kunjung datang Meski ku tunggu berulang-ulang Ramadhan ku sebentar lagi berakhir Perlahan, meleyap hadir Ramadhanku sebentar lagi habis Juga ramadhanmu sebentar lagi berakhir Apa imanku semakin kuat? Apa imanmu semakin mantap? Bagaimana dengan ibadah kita? Sunnahnya semakin rutin? Tadarusnya semakin sering? Sodaqohnya semakin ringan? Hatinya semakin lapang? Ringan memaafkan? Mudah mendo'akan? Begitu bukan? Mari bermuhasabah diri Memperbaiki hati Menguatkan iman Melatih taat Belajar syukur nikmat Sebelum ramadhan ini berakhir Sebelum keberkahan hidup ditutup Semoga cahaya kemenangan ditangan Semoga cahaya Ramadhan menetap Dihatiku, dihatimu, Dihati kita semua Semoga. @ korbanpemerintah Hari Ke-29, Jum'at 22 Mei 2020

Trending Topik

Image
Sumber: Trending YouTube _______ Begini amat Negeriku ngeri amat Receh amat Hari-harinya unfaedah Banyak hal yang ga perlu Numpuk yang ga penting Kacaw balau Tak dimengerti tak terkendali Negeriku begini amat Banyak yang bermedia sosial Asal-asalan semaunya Trending topik yang tak mendidik Lihat trending di Twitter Bikin gereget Lihat Trending di YouTube ga jelas banget Pun tiktok yang bernilai mentok Instagram, Facebook, juga lainnya Tidak penting Moralitas genting Ada yang penting? Ada. Berapa? Bangsa ini kehilangan substansi Terlihat jelas hilang esensi Apa ini buah reformasi Yang diagungkan dulu Apakah ini buah reformasi Yang diidamkan masa lalu Kehidupan yang merdeka Kehidupan yang bebas ekspresi Segalanya semakin tidak jelas Ulah elit banyak yang tak pantas Kebijakan yang kelewat batas Apa ini reformasi yang berkualitas Bulan suciku ternodai Suasana bangsa penuh haru Hari-hari keadilan dipersekusi Kedamaian negeri dikebiri Semua teri...

Aku Buzzer Istana

Image
__________ Aku Buzzer istana Aku dibayar mahal Jangan macam-macam Buka fakta negara Buka mata bangsa Aku tutup rapat-rapat Bungkam keadilan Angkat kebatilan Penjara kebaikan Karena aku Buzzer istana Aku Buzzer kekuasaan Bisa aja aku sulap Yang salah jadi benar Yang benar jadi salah Yang jahat jadi baik Yang baik jadi jahat Aku bisa segalanya Segalanya aku bisa Aku ahli tukar Segalanya tak tertakar Karena aku Buzzer kekuasaan Aku Buzzer raja Segalanya aku punya Data ada Manipulasi data juga bisa Hukum punya Manipulasi hukum suka-suka Penjahat bisa jadi pahlawan Pahlawan ku jadikan penjahat Apa yang tak bisa kulakukan Semua mungkin Karena aku Buzzer raja Kamu bisa apa? Kamu mau lakukan apa? Aku banyak, berlipat-lipat Aku tak terhitung Jari kamu tak berujung Jangan coba-coba melawan Jangan coba-coba jadi jagoan Diam saja. ___________ @ korbanpemerintah Hari Ke-27, 20 Mei 2020

Terserah

Image
Sumber: grid.id ______ Angin sore ini tak terlalu damai Sinar matahari penuh duka Air laut memanas Danau-danau kekeringan Hutan-hutan memerah Awan di langit pucat gelap Sawah-sawah tandus Gedung-gedung menyubur Pun dengan kebijakan yang ngawur Begitulah keadaan negeriku Sekarang Orang-orang baik berdiam bisu Orang-orang pintar tak mau tahu Perintis kemajuan punah Para agen kebaikan jengah Para patriot kehabisan peluru Para nasionalis kehilangan empati Ormas-ormas kehilangan percaya Anak-anak bangsa habis mental Rakyat pasrah Raja-raja menyerah Ahli agama mengalah Terserah. @ korbanpemerintah Hari Ke-26, 19 Mei 2020

Kita dan Masker

Image
Sumber: grid.id ____________ Corona membuka fakta Bahwa, Kita dipaksa menjadi manusia tak utuh Kita dipaksa menjadi manusia separuh Tidak penuh Namun apa adanya Seadanya alamiah Coba perhatikan, Dibalik masker-masker itu Tersembunyi tawa Tersembunyi tangis Tersembunyi senyum Tersembunyi geram Tersembunyi doa-doa Tersembunyi kutukan Tersembunyi sumpah serapah Dengan masker-masker itu Kita menjadi rahasia Kita menjadi misteri Kita menjadi asing Kita menjadi bukan kita Lagi, Kita menjadi tertutup Kita menjadi hilang Oleh masker-masker itu Tak penting lagi warna gincumu Tak penting lagi harga skincaremu Tak penting lagi mahalnya bedakmu Tak penting lagi behel emasmu Benar, Tak penting lagi wajahmu Yang selama ini dipuja-puja Diidamkan banyak adam-hawa Ya, karena masker-masker itu Kita menjadi "aku" Padamu, masing-masing @ korbanpemerintah Hari Ke-25, 18 Mei 2020

Nafsu Beragama

Image
Sumber: Bahan Liwet ___________ Kita terlalu bernafsu dalam beragama Begitu jadinya Anjuran sholat di rumah itu Bukan karena dilarang berjamaah Pak, Bu Bukan ga boleh sholat di mesjid Om, Tante Percayalah ini untuk kebaikan bersama Ini hanya sementara Ayolah mengerti Anjuran sholat taraweh dirumah itu Bukan upaya menghalangi berpahala ramadhan Bukan Paman, Bibi Bukan, Ini demi masa depan bangsa Masa depan ummat Masa depan manusia Ibadah itu jangan melulu soal kalkulasi pahala Mudah rejeki Ringan jodoh Lebih utama 27 derajat Dapat ini dapat itu Kita juga harus lihat kemaslahatan Kita juga harus rasional Tidak ada yang berniat menjauhkan kita dari mesjid Percayalah, tidak ada Kita terlalu emosional dalam beragama Doa-doa kita akan tetap sampai Tanpa harus ke mesjid Disituasi seperti ini, Kita harus terbuka hati juga akal Rendah diri juga rendah jiwa Kita ini terbatas Kita ini lemah Banyak hal yang tak etis dipaksakan Kita terlalu gegabah dalam ...

Islamku Sudah Lama, Tapi...

Image
............ Islamku sudah lama, Dan aku malu Dengan mereka yang baru Yang belajar agamanya lebih rajin Yangnya ibadahnya lebih taat Yang Sholatnya lebih khusyuk Yang puasanya lebih bermakna Islamku sudah lama Dan aku malu Oleh mereka yang baru Yang sodaqohnya lebih banyak Yang memberinya lebih rutin Yang zakatnya lebih sering Yang infaqnya lebih ikhlas Islamku sudah lama, Dan aku malu Dibanding mereka yang baru Yang berislamnya lebih serius Yang imannya lebih kuat Yang akhlaknya lebih baik Yang taqwanya lebih terjaga Ya memang, Islamku lebih lama, Tapi lama juga, Tak naik kelas Ya memang, Islamku lebih lama, Tapi nyatanya, Aku masih pemula. @ korbanpemerintah Hari Ke-23, 16 Mei 2020

Perkaderan Harus Dilakukan

Image
Sumber: DAM Avengers Apapun keadaannya perkaderan harus terus berlangsung Apapun kondisinya perkaderan harus berlanjut Jika keadaan ini tak kunjung pulih Jika situasi ini tak lekas membaik Tetap saja, Regenerasi harus berjalan Inovasi harus di kembangkan Bahkan besok dunia akan meledak sekalipun Menyiapkan generasi penerus Harus terus diupayakan Perkaderan harus dilanjutkan Meninggalkan generasi yang lemah Pun dilarang Apalagi tidak melakukan regenerasi Bagaimana dengan hambatan? Kita hambat juga kesulitan yang ada Supaya mudah, Supaya tidak jadi penghambat Kita harus melepaskan diri dari zona nyaman Kita harus meloloskan diri dari zona aman Kita harus bergerak Ya, sekali lagi Perkaderan harus dilanjutkan @ korbanpemerintah Hari Ke-22, 15 Mei 2020

Kenapa Meminta Sembuh?

Image
Bentuk sayangnya Allah Pada kita, Bentuk cintanya Allah Pada kita, Dengan memberi kita sakit Karena dengan sakit, Dosa-dosa berguguran Syaratnya sabar dan ikhlas Jika berguguran dosa adalah anugerah Mengapa kita memohon sembuh? Bukannya dengan sembuh, Potensi bergugurnya dosa akan hilang? Atau memang kita tak suka di cinta Allah? Dengan giat berdoa meminta sembuh Kemudian kembali pada rutinitas Berbuat salah dan dosa kembali Atau raga kita memang sembuh Tapi batin tetap sakit Semoga tidak seperti itu Ya Allah. @ korbanpemerintah Hari Ke-21, 14 Mei 2020

Aku dan Kedalaman

Image
Aku dan kedalaman Aku terjebak rumit Terperangkap hal dunia Lagi-lagi terikat  materi Ku lupa esok atau lusa Umur kita tak memberi jamin Nyawa kita tak janji temani Kita akan pergi Kita akan mati Aku dalam kedalaman Merangkak raih ridho-Nya Berharap dalam akhir Bernasib baik Khusnul khatimah Tiada dalam tersejahtra Celakanya, Aku masih takut mati Belum siap menepi ruh Pada lekat tak bertaruh Aku si manusia hina Berat raga dalam menghamba Aku untuk kedalaman Semalaman terbangun tak guna Seharian raga tak bermakna Aku manusia tak tahu malu Rajin meminta, Sering mengeluh lewat doa Namun, Tak sepadan dengan ibadahku Tak sebanding dengan baktiku Aku dan kedalaman Aku dalam kedalaman Aku untuk kedalaman PadaMu. @ korbanpemerintah Hari Ke-dua Puluh, 13 Mei 2020

Anak-Anak Bumi yang Malang

Image
Sumber: dinding bata Ibu hari mulai mengambil kasih Bapak malam membisik risih Kita anak-anak bumi yang malang Menanam harap pada si penebang zaman Merawat doa pada Tuhan-Tuhan kekuasaan Kita anak-anak malang dunia Yang cemas tak kebagian air bersih Yang cemas tak sempat melihat hijau hutan Yang cemas tak dapat menikmati indahnya pelangi Kita anak-anak bumi yang malang Berenang lemas ditengah lautan lepas Kita anak-anak bumi yang sekarat Memupuk mimpi pun tak dapat Kita anak-anak bumi yang renta Kelaparan, tak ada yang bisa diwariskan Selain kesengsaraan, Ketertinggalan, Kebobrokan, Kesedihan, Kemalaratan, Sialan. @ korbanpemerintah Hari Ke-sembilan Belas, 12 Mei 2020

Tidak ada puisi

Image
Hari ini tidak ada puisi Memang benar Sesekali kita perlu Tidak berbuat apa-apa Tidak mau apa-apa Tidak berambisi apa-apa Mengosongkan mau Meniadakan ego Menunda mimpi-mimpi Dalam hidup, Ada beberapa hal Yang tidak perlu, Direncanakan Dilaksanakan Diwujudkan Sesekali, Jika itu perlu Cari ruang untuk menyendiri Muhasabah diri Berdialog dengan kesendirian Mengoreksi semua tindak Mengevaluasi mau hati Ya, itu perlu Sesekali @ korbanpemerintah Hari Ke-delapan Belas, 11 Mei 2020

Angin

Image
Sumber: Kompasiana.com Aku adalah angin Aku ada namun tiada Aku tiada namun ada Tiada dalam aksara Ada dalam rasa Jangan lihat aku dengan matamu Rasakan saja hadirku Aku pasti ada Aku berusaha memberi sejuk Aku berusaha melunakan api Mengamuk besar atau mati ikhlas Aku berusaha membujuk air Mengalir seiring takdir Aku bisa sangat ramah Aku juga bisa marah-marah Aku sering bermain bersama awan Menari-nari di pinggiran langit Aku juga suka menyapa daun Mencubit perlahan garis senyumnya Pun dengamu yang terjebak dalam amarah Aku berusaha hadir sejukkan Menghibur dikala gundah Hadirku tak perlu orang tahu Tapi manfaatnya harus dirasa semua Itulah cara hidupku Biar yang lain yang terkenal Biar yang lain yang tampil Biar yang lain yang dipuja-puja Aku cukup melakukan tugasku dengan baik Dengan ikhlas Dengan semampu ku bisa Demi kebermanfaatan Demi langgengnya kebahagiaan Ya itu sudah cukup. @ korbanpemerintah Hari Ke-Tujuh Belas, 10 Mei 2020

Mendung

Image
Sumber: kompas.com Aku adalah mendung Banyak dikeluhkan orang Musuh bagi hari-hari Apalagi pagi Hadirku tak diharapkan Kecuali yang bermalas-malasan Pesakitan, mengutuk kehidupan Ya, hadirku tak dirindukan Oleh kebanyakan Aku adalah mendung Musuh utama mentari Mentari pagi, siang, sore Karena itu aku dikutuk alam Dianggap pembuat semu kehidupan Aku sering sendirian Sesekali ditemani angin Atau awan gelap yang murung Aku adalah mendung Maksudku tak itu Aku pun tak ada niat Mengambil peran cahaya Tak pernah tersirat memberi sedih Pada alam, juga semesta Aku hanya gulungan sendu Mengajak hari untuk istirahat Mengajak manusia memupuk kebersamaan Bersama keluarga dan orang tercinta Begitupun padamu Tak ada niat mengambil gembira Kali ini, aku lebih semangat menitip do'a Pada angin, dan dinginnya hari Biarkan pesan-pesanku menembus jendelamu Menari dilesung pipimu Mengikat masa-masa kemarin Yang terlalu mahal untuk dilupa Terlalu rumit untuk d...