Posts

Tumbuh

Image
Tumbuh dan tumbuhan Bukan hanya tumbuhan yang bisa tumbuh Termasuk kedewasaan, kebijaksanaan, juga kerinduan Mereka pun tumbuh Namun jangan berlebihan, Ingat masih ada kematian Setelahnya, Itulah keabadian. Itulah hidup yang sejati. Lalu apa itu sejati? Apakah mereka yang hidup? Nyatanya, rindumu tak tumbuh. 🌱 @korbanpemerintah

Tertekan

Image
Sumber gambar: Markas Pikiran Aku pernah tertekan Juga ditekan Sampai terpikir untuk menyerah Sekarang kembali datang Aku tertekan Sempit Engap Sesak Hampa Ingin menyerah Tapi aku harus kuat Aku harus menang Semoga. @korbanpemerintah

Bulan

Image
Dia. Terpinggirkan Teralihkan Kesepian Sendirian Bulan. @korbanpemerintah

Rasa Malam

Image
Sumber gambar: Namanya juga Kamar Cowok   MALAM Oleh: Ahmad Ruslan Kasih aku waktu untuk merenung Sekarang terlalu terang untuk bicara gelap Kau bilang dalam gelap akan banyak rasa Tapi rasa masih sangat adil, dalam terang pun dia bersedia hadir Akunya saja yang tak mahir Kau bilang rasa itu dari hati Iya, akupun tak ingkari Berarti hati kamu belum berfungsi? Katamu. Aku punya hati, tapi untuk sekarang aku tak ingin berperasaan Bukan itu, aku sedang tidak ingin bergantung Termasuk pada hatiku Aku hanya ingin berdamai Seperti malam. [16/6 13.26] Mr. 🦀 @korbanpemerintah Meja Kayu, 16 Juni 2019

Kutipan Film "Zero"

Image
“Aku ingin merayakan 'Nol', aku ingin merayakan ketidaksempurnaan orang-orang. Tidak ada yang hebat menjadi orang yang sempurna. Ada keindahan untuk ketidaksempurnaan. Kita semua adalah manusia dan kita berasal dari nol." Zero

Dialog Segitiga

Image
Sumber gambar : Gunung Cipaga dan karib kerabatnya, Karawang, Jawa Barat. KATANYA Oleh: Ahmad Ruslan . . Iya memang betul kabar hari ini mencerahkan, menghangatkan, indah, syahdu, menentramkan, dan sampai pada kesimpulan akhirnya "terungkap". . Tapi persoalannya daunku ada yang bolong, batangku belum kokoh, ilmuku tak cukup, dan kebijaksanaanku masih secuil. .  Mampukah aku menyerap cahaya itu dengan Arif? Atau jangan-jangan itu bukan cahaya, tapi luka bahkan bencana. . Hingga muncul pertanyaan kembali, "apakah kebenaran yang selama ini kita anggap benar, sudah benar-benar "benar"? . @korbanpemerintah 📸|Btw, gunungnya "segitiga". Apa jangan-jangan? 🤔 Pasar Rebo. Kamar Persegi, 12 Juni 2019

Menolak Jadi Jongos

Image
JONGOS Oleh: Ahmad Ruslan Demi Allah dan Rasulullah Mereka benar-benar tidak mau dijajah Sebab, mereka maunya menjajah atau Sekurang kurangnya menjadi bagian dari penjajah Menjadi karyawan sistem penjajahan Syukur diangkat menjadi kepala divisi Bidang tertentu dalam pemerintahan penjajah Para pejuang itu menolak korupsi Kalau mereka tidak dilibatkan Mereka menolak perampokan harta rakyat Kecuali, mereka diajak merampok Mereka tidak bersedia menjadi jongos Karena cita-citanya adalah menjadi kepala jongos Mereka tidak mau menjadi budak Karena mereka mengerti nikmatnya mencambuki punggung Budak-budak. @korbanpemerintah Dikutif dari EAN: Iblis Tidak Butuh Pengikut Karawang, 08 Juni 2019

Ruang Rindu

Image
RINDU Oleh: Ahmad Ruslan Kamu tahu yang menyebalkan dari rindu apa? Hati kehausan akan hadirnya senyummu, namun tak dapat temu Kamu tahu yang rumit dari rindu apa? Aku harus titipkan salam yang tak berkesudahan untukmu, melalui Tuhan. Kamu tahu kenapa aku terlihat cengeng akhir-akhir ini? Benar. Karena aku rindu Hei kamu, sebentar saja aku ingin bertemu Kamu. Ruang Rindu, 02 June 2019

Kabar Iba Pertawa 22 Mei 2019

Image
(Sumber Gambar: images.app..) APA KABAR IBA PERTAWA? Oleh: Ahmad Ruslan Pertawa-tawa, Saya izin mengingatkan Pemimpin adalah melayani Memimpin adalah menderita Di negeri Iba Pertawa Menjadi pelayan itu mahal Bukan hanya uang yang jadi modal Harga diri pun harus dijual Bukan hanya harta yang dikeluarkan Kebohongan pun harus dipersenjatakan Aneh, menjadi pelayan saja musti ribut Aneh, menjadi derita saja musti bergelut Aku Iba, dalam Pertawa Di negeri Iba Pertawa Kebohongan sudah biasa Kecurangan boleh, tak apa Menuduh bukan lagi hal tabu Budaya menghakimi, ingin menang sendiri Bertindak seperti Tuhan Hal sepele bisa dipersoalkan Lebih-lebih yang besar, memalukan Aku iba, dalam Pertawa Di negeri Iba Pertawa Yang masih amatir dalam berbangsa Dalam sekejap, Orang-orang jadi ahli agama Orang-orang jadi ahli politik Orang-orang jadi ahli negara Celakanya, mereka percaya Aku iba, ketika.. Suara takbir malah dicibir Ayat-ayat Tuhan menjadi murahan Si...

Apa Aku Masih Puasa?

Image
(Sumber Gambar: Karpet Mushola Pasca UNJ) PUISIKU TAK PUASA Oleh: Ahmad Ruslan Aku puasa, Tapi dosa masih ku buat Aku puasa, Tapi masih sering maksiat Aku puasa, Tapi menyakiti orang tak pernah lewat Aku puasa, Tapi mulutku tak absen mengumpat Aku puasa, Tapi hatiku nggan bertaubat Aku puasa Apa aku masih puasa? Jika, Lisanku tak terjaga Apa aku masih puasa Jika, Sikapku banyak yang tak suka Apa aku masih puasa Jika, Ghibah sini, ghibah sana Apa aku masih puasa Jika, Sholatku masih suka sendirian Apa aku masih puasa Jika, Masih tak berjilbab, umbar aurat Apa aku masih puasa Jika, Hatiku kikir untuk berdzikir Apa aku masih puasa? Aku tak puasa Karena, lisanku jahat Aku tak puasa Karena, imanku kian berkarat Aku tak puasa Karena, amal baik tak pernah ku buat Aku tak puasa Jika menyakiti, Puisiku pun tak puasa @korbanpemerintah Ruang Renungan, 18 Mei 2019

Selamat Menunaikan Ibadah Puisi

Image
Sumber gambar: Ruang Kelas, Pasca UNJ PUASA DALAM PUISI Oleh: Ahmad Ruslan Tuhan, Di bulan suci yang penuh keagungan Kau beri gratis iman Diskon besar-besaran Tadinya, Yang jarang ke mesjid Menjadi sering ke mesjid Yang tadinya kitab suci Menjadi pajangan Menjadi akrab dalam genggaman Tuhan, CintaMu Maha Luas KasihMu, tak mungkin terbalas Aku yang ahli maksiat Masih saja Kau beri nikmat Aku yang penuh dosa Masih saja Kau beri segala Kesempatan, Rahmat, juga ampunan Tuhan, Maafkan cara menghambaku Yang selama ini tak utuh Maafkan amal imanku Yang selama ini tak penuh Tuhan, Dengan segala kerendahan Aku yang rendah Syukurku panjatkan Semoga Rahmat dalam setiap kesempatan Untukku, Selalu dihadirkan @korbanpemerintah Ruang Renungan, 10 Mei 2019

Ucapan Selamat dari IMMawan

Image
Sumber Gambar: Peserta Diskuswati PC IMM Jakarta Timur 2019 PEREMPUAN Oleh: Ahmad Ruslan Mereka merangkak pelan Merayap halus Diam-diam, Lembut, indah menjelma mengerikan Bagi mereka si pemilik Kebodohan Tak hanya paras, semangat gigih Perbaikan Tak hanya wangi semerbak Pengetahuan Pandangan luhur, tinggi menjulang Keadaban Lebih istimewa, tertunduk pandangan Keindahan Akhlak bersemayam Keanggunan Tinggi ilmu, wawasan luas, Juga berakhlak mulia Itulah kesempurnaan Perempuan Hei kamu laki-laki Bersiaplah.. Jangan mau kalah Jika tak bergerak Yakinlah, sebentar lagi  Kau tidak ada apa-apanya Termasuk saya. #dariIMMawan #DiskuswatiIMMawatiJaktim @korbanpemerintah Dalam Akuarium, 03 Mei 2019

Penjahat

Image
ALASAN BERBUAT JAHAT Oleh: Ahmad Ruslan Apa maksud jahatmu? Sikapmu, pikiranmu, hatimu Penderitaan macam apa Kesakitan macam apa Kekecewaan macam apa Hingga jahatmu ada Pernah tidak makan bertahun-tahun? Pernah orang yang kamu cinta dibunuh? Rumahmu dibakar? Adik perempuan mu diperkosa? Ayahmu di hina, ibumu diinjak? Kamu pernah miskin seumur hidup? Atau apa? Kalau tidak.. Lantas apa alasan kamu berbuat jahat? Kenapa perlakuanmu kejam? Perutmu rakus, korup Tanganmu jail, ambil  yang bukan hakmu Sikapmu menyakiti.. Pak Pejabat, Bu Dewan Wakil rakyat Siapapun kamu, yang jahat Kenapa hatimu dengki terus? Kenapa pikiranmu licik? Pada rakyat, pada orang banyak Kepada sesama Yang bukan golonganmu Tak punya kah kau sedikit cinta? Agar kita bisa berdamai dengan keadaan Agar kita bisa rukun dalam persatuan Sekali lagi.. Jadi, apa alasanmu berbuat jahat? Aku ingin tahu. @korbanpemerintah Ruang Renungan, 19 April 2019

Keputusan dan Kerinduan

Image
SEMOGA Oleh: Ahmad Ruslan Beberapa ribu jam yang lalu, Kamu minta mengurangi Intensitas komunikasi kita Katanya, kamu takut ketergantungan Olehku. Baiklah, ku coba pahami Apa dan bagaimana maumu Tapi kumohon, Jangan kau paksaku Memasung rindu Kau tahu, Itu sama saja membunuhku Karena perlahan hilangkan rasa Tersiksa rasanya Namun tak apa, Segalanya Tuhan yang punya kuasa Sesekali ku teringatmu Ditengah malam, Ku langgar perjanjian Kau ku bangunkan Bukan apa-apa, bagiku Itu lebih romantis Karena, bersama-sama menghadap Tuhan Adalah kebahagiaan Saling memanjatkan doa Menepuk rindu masing-masing Siapa tahu Tuhan restui Juga ridhoi, langkah kita Dalam menyatukan hati Semoga. Angin Subuh, 11 April 2019

Rumah Alam

Image
Sumber Gambar: Masih bersapa dengan Om Gramsci MEDITASI Oleh: Ahmad Ruslan Diatas batu berlumut itu, Kudengar nyanyian alam Mereka berbisik berisik Seperti ramai kota Tanpa listrik Namun ini jauh lebih menarik Apa tanpa hadirku Mereka akan tetap berlagu? Apa ini ritual penyambutan Bagiku si asing yang terasing Harum angin menyapa Dengan bahasa tersopan yang ada Seketika kulihat Daun menari Batang bersiul Burung dan belalang berdendang Ah berisik sekali Tapiku suka Pukulan bunyi mereka Memanjakan telinga Busana alami alam, Menyejukkan mata Aku ingin tetap disini Membunuh keramaian Yang penuh kepalsuan Aku ingin lama disini Mati disini, dengan iring nyanyian Walaupun itu, Nyanyian kematian @korbanpemerintah Keringat Subuh Alam, 24 Maret 2019

Menghitung Nikmat, Mengukur Taat

Image
Sumber Gambar: Kaki di Susukan Kulon DOA Oleh: Ahmad Ruslan Menghitung nikmat Mengukur taat Kadang aku kePedean Dapat ini, dapat itu Sampai di sini, sampai di situ Akibat ibadahku Akibat doaku padaMu Ternyata bukan Itu hanya setetes RahmanMu Nyatanya, Hari-hari yang penuh maksiat Masih saja Kau beri aku nikmat Masih saja Kau beri aku rejeki Sialnya, Selalu ku tak tahu diri Tak sadarkan diri, seperti mati . Saat panggilanMu datang Berkumandang, Imanku menghilang Saat sentuhan lembutMu bertandang Bangunkan, ditengah malam Aku menolak kemesraan Seketika Taqwaku di angan Tuhan, Paksa aku, kutuklah aku Dengan kekuasaanMu Menjadi manusia yang terselamatkan Dan berkenan Kau selamatkan Menjadi insan yang Kau sayang Yang pandai bersyukur Terhindar jauh dari kuffur Tuhan, Takdirkan aku bertaubat Sebelum habis waktuku Tamat. @korbanpemerintah Legokkotok, Karawang, 09 Maret 2019

Senyuman Alam

Image
Hujan Padi Oleh: Ahmad Ruslan Doaku pagi ini Padamu Tuhan Ku berharap besok tak turunkan hujan Air, Sesekali turunkan hujan padi Akan ku cium wewangiannya Ku puja kehadirannya Karena kuyakin Seluruh manusia bisa makan Semoga bisa membantai lapar Setelahnya, Namun doaku tak mungkin manjur Ibadah dan akhlak ku ancur Biar ku minta para habib dan kyai Memintakannya pada pengabul doa Jika terkabul, Pasti kucium bulak-balik tangannya Kupeluk, Jika mereka berkenan Karena pintaku cuma itu Ingin saudara-saudaraku bisa makan Pagi, siang, dan malam Tidak habis waktunya Untuk bertanya, nanti bisa makan tidak? Biarkan mereka khusyuk beribadah Berteman dan berbagi senyuman Sebagai hamba, sebagai manusia Yang selama ini, Mengisi hari-hari dengan deretan dosa Begitu pun dengan diriku Si Pecundang malang Karenanya, Ku ingin melukis hari dengan cinta Agar pelangi tak bekerja sendirian Agar kegundahan hilang tanpa alasan Biarkan daun-daun menari di angin Denga...

Penjara Kata

Image
PESANTRENKU Oleh: Ahmad Ruslan Di negeriku, Tak ada tempat yang tepat Untuk Si bebal sepertiku Di negeriku juga, Tak ada ruang omong sembarang Harus tertata rapi, Bak barisan korek api Mau tak mau aku harus terima Karena ini bagian dari cinta Entah terhadap negeri, Atau semata cintaku pada ego . . Inilah langgarku Tempatku berbagi dalil Inilah panggungku Tempatku bernyanyi Inilah ruang renunganku Tempatku berpuisi Inilah ruang rindu Tempat maksimalku menggerutu Tempatku mencaci waktu Tempatku mencemooh diri . . Bukan hanya aku Disinilah tempat para sahabat Mengaji, berdoa, dan belajar mati Seperti mereka, Yang terlihat bertaqwa setelahnya Jelas terang, Tak jarang yang meminta Kembali ke tempat ini Kau tahu, Inilah pesantrenku Air hujan Garut, 10 Februari 2019

Air Tuhan

Image
Sumber: Lilin buatan sore tadi AIR TUHAN Oleh: Ahmad Ruslan Banyak orang bilang Namun, aku tak percaya Jika ini tangisan Dia Ku percaya ini air Tuhan Turun, terjun tak tertahan Menghantam bengis Genting gubukku Yang tak bertanah liat Tak bertahan kuat . Seketika tak bermakna Fungsi telinga Mati sudah hadir mata Sementara, Aku tuli dan buta Ku termenung Kagumku tersandung Oleh air Tuhan Yang kali ini tak kurindukan Tanah Basah Garut, 08 Februari 2019

Ketika Sains Sudah tidak Penting Lagi

Image
SAINS Oleh: Ahmad Ruslan Aku kelaparan, juga kehausan Tak ada yang bisa dimakan, juga diminum Tak ada lagi Terpaksa ku minum racun Agar dahagaku terobati Walaupun setelahnya mungkin mati Iya ku pilih itu, Karena aku kelaparan dan kehausan Ilmu.. Itu ku pilih, daripada mati tanpa ilmu Kedepan, Sepuluh atau seratus milyar tahun ke depan Kemajuan zaman menjadi keniscayaan Hidup dipenuhi kemudahan Atau sebaliknya, hilangnya tugas-tugas kemanusiaan Kita harus bergegas juga bergerak, Secepatnya.. Kadang aku berpikir Apa untungnya hidup cerdas? Apa baiknya kita serba tahu? Apa pentingnya ke bulan, pindah ke Mars? Apa iya dunia tak sanggup menopang Manusia, atau bumi sudah rusak dan tak layak Apa ini hanya perkara gengsi Negara balapan, para raksasa Juga negara kurcaci, berkembang Gaya - gayaan ke bulan Ke ujung angkasa, untuk ke "Akuan" Kehebatan kelompoknya, negaranya Dan seterusnya Tentang kemajuan Bag...